TRIBUN-TIMUR.COM - Suporter dan PSM Makassar akhirnya harus menerima kenyataan pahit di Liga Super 2025-2026 ini. Pasukan Ramang “dipaksa” menempati peringkat ke-12 pada akhir putaran pertama dengan 19 poin.
Hingga pekan ke-17, PSM Makassar belum mampu menembus lima besar. Capaian ini tidak jauh beda dengan musim sebelumnya.
PSM Makassar juga bertengger di peringkat ke-11 pada putaran pertama Liga 1 2024-2025 dengan 24 poin.
Padahal di awal musim Liga 1 2024-2025, PSM Makasar sempat memimpin klasemen beberapa pekan.
Posisi PSM Makassar di peringkat ke-11 Liga 1 2024-2025 berubah beberapa hari kemudian setelah banding diterima, naik ke peringkat 8.
Poin PSM Makassar dikurangi 3 usai melakoni pertandingan pekan ke-16 menghadapi Barito Putera di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (22/12/2024).
Dalam pertandingan tersebut, PSM sempat bermain dengan 12 pemain selama 40 detik di akhir laga.
Meski pertandingan berakhir dengan kemenangan 3-2 untuk PSM, Komdis PSSI menghukum Juku Eja dengan kekalahan 3-0 (forfeit), pengurangan tiga poin, dan denda Rp90 juta. Hukuman tersebut sempat membuat posisi PSM terjun ke peringkat 11 dengan 24 poin.
Namun, setelah PSM mengajukan banding, Komisi Banding PSSI memutuskan untuk membatalkan hukuman pengurangan poin dan denda. Keputusan ini menjadi kabar baik bagi skuad Juku Eja, yang kini dapat kembali fokus bersaing di papan atas klasemen.
Pada musim sebelumnya, 2023-2024, PSM Makassar menutup pekan ke-17 atau putaran pertama Liga 1 di peringkat ke-12 dengan 20 poin.
Musim sebelumnya, 2022-2023, PSM Makassar tampil sebagai jawara paruh musim dengan 32 poin. Di musim ini juga PSM menjadi kampiun Liga 1.
Siri’ Na Pacce dalam Liquid Modernity
Hasil yang tidak memihak, terpuruk di klasemen sementara, menjadi ujian sejati PSM Makassar, manajemen, dan segenap suporter.
Belum pernah PSM Makassar kalah di kandang plus dapat dua kartu merah. Dua kosong, dua kartu merah, Jumat malam, 9 Januari 2026.
Itulah ujian hebat PSM Makassar dan suporter.




