MerahPutih.com - Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan akhirnya berimbas ke perjalanan moda transportasi. PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyebut terjadi gangguan perjalanan kereta api yang terjadi di jalur Pantura Jawa Tengah, khususnya pada petak jalan antara Stasiun Kaliwungu dan Stasiun Kalibodri, Kabupaten Kendal.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa gangguan tersebut dipicu luapan air akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (15/1) malam.
Kondisi tersebut menyebabkan jalur terendam hingga batas kepala rel serta menimbulkan gogosan, sehingga perjalanan sejumlah kereta api dari arah barat ke timur maupun sebaliknya harus dihentikan sementara demi menjaga keselamatan.
“Penghentian sementara perjalanan dilakukan sebagai langkah pengamanan,” ujar Anne di Jakarta, Jumat (16/1).
Baca juga:
Ribuan Rumah di 14 Desa Karawang Teredam Banjir, 27 Ribu Warga Terdampak
Petugas KAI segera melakukan penanganan di lokasi terdampak. Seiring dengan curah hujan yang mulai menurun, jalur antara Stasiun Kaliwungu dan Stasiun Kalibodri kembali dapat dilintasi pada Jumat dini hari.
Namun demikian, perjalanan kereta api masih diberlakukan pembatasan kecepatan hingga kini maksimal 40 km per jam sambil menunggu penyelesaian perbaikan prasarana.
Dampak dari kondisi tersebut menyebabkan keterlambatan 18 perjalanan KA penumpang antarkota, dengan waktu keterlambatan berkisar 8 menit hingga sekitar 2,5 jam. Keterlambatan terjadi akibat pengaturan perjalanan dan antrean kereta api untuk menunggu jalur dinyatakan aman.
“Saat ini, perjalanan kereta api di jalur Pantura Jawa Tengah berangsur kembali normal. Petugas tetap melakukan pemantauan dan perbaikan lanjutan agar layanan kepada pelanggan dapat berjalan lancar,” tambah Anne.
KAI kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak atas ketidaknyamanan perjalanan serta mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kesabaran selama proses penanganan berlangsung. (Knu)



