JAKARTA, DISWAY.ID - Era baru dunia pendidikan Islam di Indonesia resmi dimulai. Kementerian Agama (Kemenag) RI melakukan gebrakan besar dengan menyuntikkan teknologi Artificial Intelligence (AI) ke dalam sistem bimbingan konseling sekolah.
Lewat Workshop Virtual yang digelar Kamis 15 Januari 2026 ribuan Guru Bimbingan Konseling (BK), Kepala Sekolah, hingga operator dari seluruh penjuru negeri berkumpul untuk membedah masa depan konseling siswa berbasis AI menyambut PMB PTKIN 2026.
Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2026, Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I., menegaskan bahwa pola konvensional sudah saatnya berkolaborasi dengan teknologi.
BACA JUGA:Pengisian PDSS SPAN-PTKIN 2026 Resmi Dibuka Hari Ini, Sekolah Diimbau Tidak Menunda Kirim Data Siswa
Menurutnya, akurasi data adalah kunci agar siswa tidak salah pilih jurusan.
"Kita berada di ambang era di mana data adalah kompas utama. Dengan AI, kita tidak lagi menebak-nebak minat siswa, tapi memetakan potensi mereka berdasarkan pola data yang kuat," ujar Prof. Aziz.
Ia menekankan bahwa langkah ini diambil demi memastikan setiap anak bangsa mendapatkan kursi yang tepat di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri.
Meski teknologi AI diperkenalkan, peran Guru BK dipastikan tidak akan tergantikan. Dr. Dzinnun Hadi, M.Pd., pakar konseling dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, menjelaskan bahwa AI berperan sebagai Decision Support System.
BACA JUGA:Link dan Cara Daftar SPAN-PTKIN 2026 yang Dibuka Hari ini Pukul 10.00 WIB
Dr. Dzinnun menambahkan AI akan bekerja di balik layar melakukan skrining awal terhadap kecenderungan akademik dan psikologis siswa secara efisien.
"AI membantu memangkas beban administratif dan memberikan rekomendasi karier yang personal. Namun, human touch atau sentuhan emosional tetap ada di tangan Guru BK," jelas Dr. Dzinnun.
Tak hanya soal konseling, workshop ini juga membongkar dapur teknis Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Haris Setiaji, M.T.I., Koordinator Pokja SSE PMB PTKIN 2026, mengungkapkan bahwa sistem tahun ini dirancang lebih tangguh.
BACA JUGA:Link dan Cara Cek Pengumuman UMPTKIN 2025 Hari ini
Haris dalam paparannya terdapat beberapa pembaruan utama meliputi: Low Latency: Akses sistem lebih cepat dan minim kendala (ngelag). Mitigasi Teknis: Sistem baru dirancang lebih adaptif untuk meminimalkan kesalahan input data.
"Akurasi input data di PDSS adalah harga mati. Itulah kunci utama kelulusan siswa pada jalur SPAN-PTKIN," tegas Haris.
- 1
- 2
- »





