PERDANA Menteri Kanada Mark Carney dan Presiden Tiongkok Xi Jinping resmi memulai pembicaraan tingkat tinggi di Beijing, Jumat (16/1). Pertemuan ini menjadi momen bersejarah karena merupakan kunjungan pertama pemimpin Kanada ke ibu kota Tiongkok dalam delapan tahun terakhir.
Pertemuan ini disambut baik kedua belah pihak dan disebut sebagai "titik balik" dalam hubungan bilateral yang selama ini dikenal cukup tegang.
Dalam pidato pembukaannya, Presiden Xi Jinping menggarisbawahi signifikansi kunjungan ini. "Ini adalah pertama kalinya Anda berkunjung sejak menjabat, dan pertama kalinya dalam delapan tahun seorang Perdana Menteri Kanada mengunjungi Tiongkok," ujar Xi di hadapan Carney.
Baca juga : Perdana Menteri Kanada Mark Carney Umumkan Kabinet Baru dengan Fokus pada Ekonomi
PM Mark Carney menyambut positif sambutan tersebut dan menekankan pentingnya kolaborasi yang konkret. Ia menyatakan bahwa kedua belah pihak harus fokus pada sektor-sektor yang dapat memberikan keuntungan nyata bagi kedua negara, khususnya di bidang pertanian, energi, dan keuangan.
"Di situlah kita bisa membuat kemajuan yang paling cepat," ungkap Carney.
Serangkaian Kerja Sama StrategisSebelum bertemu dengan Presiden Xi, PM Carney telah tiba di Beijing sejak Rabu dan melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Li Qiang pada Kamis. Pertemuan tersebut membuahkan hasil berupa penandatanganan berbagai nota kesepahaman (MoU).
Baca juga : Presiden Kolombia Gustavo Petro Berkunjung ke Tiongkok untuk Perkuat Hubungan Ekonomi
Kantor Perdana Menteri Kanada menyatakan bahwa kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang strategis, antara lain:
- Ketahanan energi
- Penanggulangan kejahatan
- Keamanan pangan
- Kesehatan hewan
Selain bertemu jajaran eksekutif, Carney juga menyempatkan diri bertemu dengan Zhao Leji, Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China, yang merupakan tokoh terkuat ketiga dalam struktur politik Tiongkok setelah Presiden Xi dan PM Li.
Kunjungan ini diharapkan dapat mencairkan kebekuan diplomatik dan membuka peluang ekonomi baru bagi kedua negara di tengah dinamika global yang kompleks. (AFP/CNN/Z-2)


