Iran Klaim Tak Akan Hukum Mati Demonstran, Trump: Lihat Saja Nanti

viva.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

Washington, VIVA – Seorang demonstran Iran yang sebelumnya dikhawatirkan Amerika Serikat akan segera dieksekusi dipastikan tidak akan dijatuhi hukuman mati. Hal itu disampaikan otoritas kehakiman Iran pada Kamis (15 Januari), di tengah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan akan "mengamati dan melihat" kemungkinan langkah militer.

Dalam beberapa hari terakhir, Trump berulang kali menyuarakan dukungan bagi rakyat Iran menyusul penindakan terhadap gelombang protes yang, menurut kelompok hak asasi manusia, telah menewaskan sedikitnya 3.428 orang.

Baca Juga :
AS Hentikan Penerbitan Visa Imigran 75 Negara, Termasuk Rusia dan Tetangga RI
Pembicaraan Alot, Denmark Sebut AS Masih Ngotot Ingin Kuasai Greenland

Aksi unjuk rasa tersebut awalnya dipicu oleh keluhan ekonomi, namun dengan cepat berkembang menjadi gerakan nasional yang menuntut penggulingan Republik Islam yang telah berkuasa sejak 1979.

Ilustrasi hukuman gantung di Iran
Photo :
  • Daily Mail

Gelombang protes yang membuat ribuan orang turun ke jalan di berbagai wilayah Iran menentang pemerintah yang tidak toleran terhadap perbedaan pendapat itu menjadi tantangan paling serius bagi sistem teokrasi yang berkuasa.

Hingga Rabu, Amerika Serikat mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap otoritas Iran jika hukuman mati tetap dijalankan terhadap para demonstran yang ditangkap.

Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump mengaku telah menerima jaminan dari "sumber-sumber yang sangat penting di pihak lain" bahwa eksekusi tersebut tidak akan dilaksanakan.

Perhatian internasional tertuju pada Erfan Soltani (26), seorang demonstran yang ditahan di Karaj, pinggiran Teheran, sejak penangkapannya. Ia menghadapi tuduhan propaganda melawan sistem Islam Iran serta bertindak melawan keamanan nasional.

Pada Kamis, pengadilan Iran menyatakan Soltani "belum dijatuhi hukuman mati" dan menegaskan bahwa jika ia terbukti bersalah, "hukuman, menurut hukum, akan berupa penjara, karena hukuman mati tidak ada untuk tuduhan seperti itu"

Perkembangan ini terjadi hanya beberapa jam sebelum Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan khusus membahas Iran pada Kamis sore, yang diminta oleh Amerika Serikat.

"Mereka mengatakan pembunuhan telah berhenti dan eksekusi tidak akan terjadi - seharusnya ada banyak eksekusi hari ini dan eksekusi tidak akan terjadi - dan kita akan mengetahuinya," kata Trump.

Pernyataan tersebut mendorong harga minyak turun pada Kamis, seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi. Iran menyumbang sekitar 3 persen dari produksi minyak dunia.

Baca Juga :
Situasi Memanas, Sejumlah Negara Eropa Imbau Warganya Tinggalkan Iran
Murmansk-BN: Jammer Canggih Rusia di Balik Rontoknya Starlink Elon Musk di Langit Iran
Iran Bantah Jatuhkan Hukuman Mati ke Pendemo Anarkis

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Aturan Visa Donald Trump Ancam Kehadiran Suporter di Piala Dunia 2026
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
4 Terdakwa Demo Ricuh Agustus Dituntut 10 Bulan hingga 1 Tahun Penjara
• 21 jam laludetik.com
thumb
Terpopuler: Anak John Herdman Libas Timnas Indonesia, Hasil Drawing ASEAN Cup 2026
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Tersingkir di India Open, Sabar/Reza Langsung Pasang Target Tinggi di Indonesia Masters 2026
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Pasar Pagi di Heilongjiang Tetap Ramai Meski Suhu Capai Minus 30 Derajat Celsius
• 7 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.