Pantau - Suhu ekstrem hingga minus 30 derajat Celsius tak menyurutkan aktivitas warga di pasar-pasar pagi wilayah Heilongjiang, China timur laut, yang tetap ramai dikunjungi oleh warga lokal maupun wisatawan.
Aktivitas jual beli berlangsung seperti biasa, dengan pengunjung menyusuri kios-kios di tengah kepulan uap panas dari makanan dan minuman hangat.
Seorang penjual di pasar pagi Heihe pada 14 Januari 2026 terlihat mengenakan sepatu bot khusus yang dilengkapi bantalan kapas agar tetap hangat selama berjualan.
Kreativitas Pedagang Hadapi Cuaca EkstremDi pasar pagi Harbin, wisatawan tampak memilih-milih rompi khas daerah setempat sebagai suvenir maupun pelindung dari dingin.
Sementara itu, di pasar pagi Qiqihar, para pedagang menjual buah-buahan yang dibungkus dengan selimut tebal dan bantalan kapas untuk menjaga kesegarannya di tengah suhu beku.
Meskipun udara sangat dingin, kehidupan ekonomi dan interaksi sosial tetap hidup di pasar tradisional wilayah tersebut, menunjukkan ketahanan dan adaptasi masyarakat setempat terhadap cuaca ekstrem.




