Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) Diaz Hendropriyono menyoroti peran penting desa dalam sistem pengelolaan sampah nasional dan ketahanan iklim global, termasuk inovasi menghadapi berbagai tantangan lingkungan.
"KLH sedang melakukan penilaian untuk penghargaan Adipura bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia, oleh karena itu kita harus meningkatkan inovasi pengelolaan sampah di Desa," kata Wamen LH/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Diaz dalam pernyataan diterima di Jakarta, Jumat.
Disampaikan ketika menghadiri peringatan Hari Desa 2026 di Desa Butuh, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (15/1), Wamen Diaz menyatakan urgensi peran desa sebagai pilar utama dalam sistem pengelolaan sampah nasional dan ketahanan iklim global.
Hal itu sebagai wujud nyata implementasi Asta Cita 6 Presiden RI untuk membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, dengan mengintegrasikan inovasi pengelolaan sampah ke dalam pembangunan desa.
Pentingnya inovasi di tingkat desa menjadi sorotan utama mengingat peran desa sebagai garda terdepan dalam menghadapi tantangan lingkungan.
Wamen Diaz mengingatkan bahwa standar kebersihan di tingkat desa akan menjadi variabel krusial dalam penilaian prestasi lingkungan di tingkat daerah.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen desa, Wamen LH menyerahkan penghargaan kepada tiga desa pemenang Lomba Inovasi Pengelolaan Sampah Desa, yaitu Juara I Desa Gemawang (Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah), Juara II Desa Kertayasa (Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat), serta Juara III Desa Gulingan (Kabupaten Badung, Provinsi Bali).
Keberhasilan desa-desa itu diharapkan menjadi standar baru bagi seluruh desa di nusantara dalam menerapkan prinsip ekonomi sirkular dan zero waste demi mewujudkan lingkungan yang asri dan berkelanjutan.
Melalui penghargaan tersebut, KLH/BPLH berupaya mendorong seluruh pemerintah desa agar terus berinovasi dalam mengelola sampah secara mandiri dan efektif.
Hal ini selaras dengan mandat kepala negara untuk memperkuat pembangunan dari pinggiran yang mencakup aspek kesehatan lingkungan hidup.
Terkait hal tersebut, Wamen Diaz kembali menyatakan komitmen institusinya dalam menjalankan visi pembangunan nasional.
"Semoga kami bisa menjalankan amanah Presiden untuk membangun dari desa dan dari bawah dan juga jangan lupa membangun pengelolaan sampahnya," demikian Diaz Hendropriyono.
Baca juga: Raffi Ahmad: Generasi muda desa yang kuat bawa masa depan lebih kuat
Baca juga: KLH sebut baru tiga kota yang penuhi persyaratan dapatkan Adipura
Baca juga: KLH siap lakukan penegakan hukum daerah yang tidak atasi isu sampah
"KLH sedang melakukan penilaian untuk penghargaan Adipura bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia, oleh karena itu kita harus meningkatkan inovasi pengelolaan sampah di Desa," kata Wamen LH/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Diaz dalam pernyataan diterima di Jakarta, Jumat.
Disampaikan ketika menghadiri peringatan Hari Desa 2026 di Desa Butuh, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (15/1), Wamen Diaz menyatakan urgensi peran desa sebagai pilar utama dalam sistem pengelolaan sampah nasional dan ketahanan iklim global.
Hal itu sebagai wujud nyata implementasi Asta Cita 6 Presiden RI untuk membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, dengan mengintegrasikan inovasi pengelolaan sampah ke dalam pembangunan desa.
Pentingnya inovasi di tingkat desa menjadi sorotan utama mengingat peran desa sebagai garda terdepan dalam menghadapi tantangan lingkungan.
Wamen Diaz mengingatkan bahwa standar kebersihan di tingkat desa akan menjadi variabel krusial dalam penilaian prestasi lingkungan di tingkat daerah.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen desa, Wamen LH menyerahkan penghargaan kepada tiga desa pemenang Lomba Inovasi Pengelolaan Sampah Desa, yaitu Juara I Desa Gemawang (Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah), Juara II Desa Kertayasa (Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat), serta Juara III Desa Gulingan (Kabupaten Badung, Provinsi Bali).
Keberhasilan desa-desa itu diharapkan menjadi standar baru bagi seluruh desa di nusantara dalam menerapkan prinsip ekonomi sirkular dan zero waste demi mewujudkan lingkungan yang asri dan berkelanjutan.
Melalui penghargaan tersebut, KLH/BPLH berupaya mendorong seluruh pemerintah desa agar terus berinovasi dalam mengelola sampah secara mandiri dan efektif.
Hal ini selaras dengan mandat kepala negara untuk memperkuat pembangunan dari pinggiran yang mencakup aspek kesehatan lingkungan hidup.
Terkait hal tersebut, Wamen Diaz kembali menyatakan komitmen institusinya dalam menjalankan visi pembangunan nasional.
"Semoga kami bisa menjalankan amanah Presiden untuk membangun dari desa dan dari bawah dan juga jangan lupa membangun pengelolaan sampahnya," demikian Diaz Hendropriyono.
Baca juga: Raffi Ahmad: Generasi muda desa yang kuat bawa masa depan lebih kuat
Baca juga: KLH sebut baru tiga kota yang penuhi persyaratan dapatkan Adipura
Baca juga: KLH siap lakukan penegakan hukum daerah yang tidak atasi isu sampah





