EtIndonesia. Pada Rabu (14 Januari) malam, Iran telah menutup sementara wilayah udaranya. Selain penerbangan sipil internasional yang telah memperoleh izin sebelumnya untuk masuk dan keluar Iran, seluruh penerbangan lainnya dilarang, sehingga maskapai penerbangan terpaksa membatalkan, mengalihkan rute, atau menunda sejumlah penerbangan.
Dari situs pelacakan penerbangan FlightRadar24, terlihat bahwa banyak penerbangan menghindari wilayah udara Iran. Rekaman juga memperlihatkan wilayah udara di sekitar Iran dipadati pesawat yang harus memutar jalur penerbangan.
Berdasarkan pemberitahuan penerbangan, wilayah udara Teheran akan ditutup hingga 15 Januari, dan hanya penerbangan sipil internasional yang disetujui oleh otoritas penerbangan sipil yang diizinkan beroperasi. Pembatasan ini berlaku untuk penerbangan masuk dan keluar Iran, sementara seluruh lalu lintas udara lainnya dihentikan sementara.
Maskapai Lufthansa Group Jerman menyatakan bahwa seluruh penerbangannya akan menghindari wilayah udara Iran dan Irak hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Lufthansa Group juga mengatakan bahwa pada periode 15 hingga 19 Januari, penerbangan menuju dan dari Israel serta Yordania hanya akan dioperasikan pada siang hari. Awak pesawat tidak akan menginap di lokasi tersebut, dan sebagian penerbangan kemungkinan akan dibatalkan.
Sejak akhir Desember tahun lalu, ketika gelombang besar protes yang mengguncang rezim Iran meletus, Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih bersikap hati-hati mengenai kemungkinan intervensi militer terhadap Iran. Ia hanya menyatakan bahwa Washington akan mencermati perkembangan situasi dengan ketat. (Hui)




