Inovasi Sampah Desa Jadi Indikator Kinerja Lingkungan Daerah

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah mendorong desa menjadi garda terdepan pengelolaan sampah dan mitigasi perubahan iklim nasional. Peran desa dinilai menentukan keberhasilan ketahanan lingkungan sekaligus pemerataan ekonomi.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono pada peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Desa Butuh, Kabupaten Boyolali.

Baca Juga
  • Bang Joni, Ekonomi Sirkular, dan Tanggung Jawab Produsen
  • Satu Dekade Laudato Si’: Menagih Janji Pembangunan yang Memanusiakan Alam Indonesia

Diaz mengatakan, inovasi pengelolaan sampah di desa menjadi bagian penting dari strategi membangun dari desa untuk mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Desa disebut berada di garis depan dalam menghadapi tekanan lingkungan dan krisis iklim.

Menurut Diaz, standar kebersihan dan kreativitas pengelolaan sampah di desa akan menjadi variabel penting dalam penilaian kinerja lingkungan pemerintah daerah. Hal ini juga berkaitan langsung dengan apresiasi nasional di bidang lingkungan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Kementerian Lingkungan Hidup sedang melakukan penilaian untuk penghargaan Adipura bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia, oleh karena itu kita harus meningkatkan inovasi pengelolaan sampah di Desa,” kata Diaz, Jumat (16/1/2026).

Sebagai bentuk apresiasi, Diaz menyerahkan penghargaan kepada pemenang Lomba Inovasi Pengelolaan Sampah Desa. Juara I diraih Desa Gemawang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Juara II diberikan kepada Desa Kertayasa, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, sementara Juara III diraih Desa Gulingan, Kabupaten Badung, Bali. Desa-desa tersebut dinilai mampu menghadirkan solusi pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga.

Diaz berharap capaian tersebut menjadi standar baru bagi desa lain dalam menerapkan prinsip ekonomi sirkular dan zero waste. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga kualitas lingkungan secara berkelanjutan.

“Inovasi seperti ini harus dicontoh oleh desa-desa lain, kita bangun Indonesia bersih dari Desa yang bersih,” kata Diaz.

Diaz menegaskan, penghargaan ini ditujukan untuk memacu pemerintah desa terus berinovasi mengelola sampah secara mandiri dan efektif. Upaya tersebut sejalan dengan mandat presiden memperkuat pembangunan dari pinggiran, termasuk aspek kesehatan lingkungan.

“Semoga kami bisa menjalankan amanah Presiden untuk membangun dari desa dan dari bawah dan juga jangan lupa membangun pengelolaan sampahnya,” kata Diaz.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Data Inflasi AS Redam Kekhawatiran Pasar, Bitcoin Langsung Menguat ke USD97 Ribu
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Meikarta Jadi Lokasi Rusun Subsidi, Bakal Dibangun 2026
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Siapkan BabatuRun Ganesha 2026, Kodiklat TNI-AD Gelar Coffee Morning
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Trump : Pembunuhan di Iran Telah Berhenti, Mendorong Pemberlakuan Tarif Semikonduktor dan Mineral
• 5 jam laluerabaru.net
thumb
Jawa Timur Tercatat Sudah Membentuk 4.716 Desa Mandiri
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.