Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur (Jatim) menegaskan komitmen membangun Desa Mandiri Berkelanjutan sebagai pondasi utama mewujudkan Indonesia Maju 2045.
Komitmen tersebut disampaikan Khofifah bertepatan dengan peringatan Hari Desa Nasional 2026, pada Kamis (15/1/2026) kemarin.
Khofifah mengatakan bahwa pembangunan desa harus menyentuh aspek paling mendasar sekaligus berkelanjutan, karena desa merupakan ujung tombak pembangunan nasional.
Pada tahun ini, di Jatim sudah terbentuk 4.716 desa mandiri. Khofifah menyatakan bakal mendorong supaya desa mandiri memiliki pembangunan berkelanjutan.
“Pembangunan desa harus menyentuh aspek yang paling mendasar dan berkelanjutan, di Jawa Timur ini sudah terbentuk 4.716 desa mandiri, kami akan mendorong agar desa-desa mandiri ini juga akan menjadi desa berkelanjutan,” kata Khofifah dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).
Menurut Khofifah, desa yang mampu mengelola dan mengoptimalkan sumber daya lokal akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi, pendidikan dan kualitas hidup masyarakat.
Pembangunan desa berkelanjutan harus mencakup peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan ekonomi, pelayanan kesehatan yang memadai serta pelestarian lingkungan.
Untuk mendukung hal itu, Pemprov Jatim terus menggulirkan berbagai program strategis. Salah satunya Program Desa Berdaya yang digelar sejak 2021 hingga saat ini di 538 desa di 29 kabupaten/kota.
“Ketika desa-desa mandiri mampu memaksimalkan resources yang ada maka cita-cita Indonesia maju akan dimulai dari desa-desa mandiri dan berkelanjutan ini,” ucapnya.
Sementara berdasarkan Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Nomor 343 Tahun 2025 tentang Status Kemajuan dan Kemandirian Desa Tahun 2025, Provinsi Jatim menempati peringkat pertama nasional sebagai provinsi dengan jumlah desa mandiri terbanyak di Indonesia, yakni 4.716 desa.(wld/bil/iss)

