Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah menyatakan fenomena pergerakan longsoran tanah di Kampung Bah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah terus mengalami pembesaran sejak pertama kali teridentifikasi tahun 2000-an.
Kepala BPBD Aceh Tengah, Andalika menjelaskan bahwa dari sejumlah keterangan, tanda-tanda awal berupa lubang kecil di permukaan tanah sudah terlihat sejak awal tahun 2000-an dan terus terjadi secara bertahap.
Advertisement
"Beberapa sumber menjelaskan bahwa lubang kecil sudah mulai terbentuk sejak awal tahun 2000-an. Dimana pergerakan tanah terus terjadi secara bertahap sejak 2004," ujar Andalika, melansir Antara, pada Sabtu (17/1/2025).
Menurut Andalika, hingga saat ini belum terdapat literatur atau kajian ilmiah yang benar-benar menjelaskan secara pasti penyebab awal terbentuknya longsoran tanah berbentuk lubang tersebut.
Namun, dampak dari pergerakan tanah itu sudah sejak lama, termasuk adanya gangguan terhadap infrastruktur vital.
Berdasarkan laporan masyarakat, sekitar 2006, longsoran tersebut sempat memutus akses jalan Blang Mancung-Simpang Balik yang merupakan jalur penghubung Kabupaten Aceh Tengah-Bener Meriah.
Selain itu, pada 2013-2014, pemerintah juga telah melakukan rekolaksi tempat tinggal masyarakat di Kampung Bah Serempah ke Kampung Serempah Baru.
"Rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan sebanyak tiga tahapan di periode tahun tersebut," terang Andalika.



