Sampah di Cimanggis Masih Menumpuk, Warga: Sudah Diangkut, Besok Banyak Lagi

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Sampah masih menumpuk di Pasar Cimanggis, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (15/1/2026).

Meski petugas kebersihan telah mengangkutnya berulang kali dalam beberapa hari terakhir. Namun, kondisi tersebut kembali terulang.

Petugas kebersihan Pasar Cimanggis, Udin (70), mengatakan, penumpukan sampah bukan hanya berasal dari pedagang, tetapi juga dari warga di luar pasar yang membuang sampah sembarangan.

Hal itu dikarenakan tidak tersedianya bak atau tong penampungan untuk mereka.

“Harusnya mah ditaruh bak sampah. Kalau begini ya kasihan yang kerja. Ini sampah belum seberapa, kalau malam mah lebih banyak lagi,” ujar Udin saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis (15/1/2026).

Baca juga: Wawalkot Tangsel Tegur Camat Pondok Aren: Lihat Situasi, Sedang Krisis Sampah

Menurutnya, sampah yang menumpuk di Jalan Otista dan sekitar pasar sebagian besar berasal dari luar.

Bahkan, meski petugas sudah mengangkut sampah beberapa kali, volume sampah dengan cepat kembali menumpuk.

“Udah diangkutin, besok palingan banyak lagi. Sekarang aja sudah banyak lagi,” kata Udin.

Pedagang Pasar Cimanggis, Sodikin (53), juga mengungkapkan kondisi serupa.

Menurut dia, ditutupnya area pembuangan di Pasar Cimanggis, yang dilakukan sekitar satu minggu lalu, membuat warga memindahkan sampah ke area jalan utama.

Melihat kondisi itu, kata dia, justru menambah kekumuhan di sekitar pasar karena tumpukan sampah yang baru.

"Semenjak ditutup (lokasi tumpukan sampah yang lama), sampahnya pindah ke sini (trotoar Jalan Otista Raya). Yang buang kebanyakan dari luar,” kata Sodikin.

Baca juga: Diangkut Lalu Muncul Lagi, Sampah di Pasar-pasar Tangsel Hanya Bergeser Lokasi

Ia menambahkan bahwa persoalan pasar tidak hanya soal sampah, tetapi juga infrastruktur yang tidak mendukung.

Contohnya seperti minimnya saluran air sehingga timbul genangan yang akhirnya membuat jalan rusak.

“Jalan rusak itu karena air sering mengendap. Saluran air enggak ada, jadi kalau hujan air diam aja,” kata dia.

Kondisi itu pun diperparah dengan bau tak sedap dari air genangan yang bercampur dengan sampah, sehingga lokasi tersebut dianggap cukup parah.

Baca juga: Ciputat Timur, Ciputat, dan Serpong Masuk Zona Kritis Sampah

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Oleh sebab itu, Sodikin berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyediakan tempat pembuangan sementara yang jelas serta menata ulang saluran air di sekitar pasar.

“Masyarakat maunya dirapihkan, bersih. Kalau ada bak sampah di beberapa titik, mungkin enggak semrawut begini. Harusnya Pemkot turun langsung lihat,” ucap dia.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wagub Rano Karno: Tiang Monorel Mangkrak di Senayan Bukan Kewenangan Pemprov Jakarta
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Roy Suryo Bantah Kasus Ijazah Jokowi Sarat Muatan Politik, Singgung Hubungan dengan Demokrat
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Ini Alasan Laras Faizati Tak Ditahan Meski Divonis 6 Bulan Penjara
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Sudah Terjadi Sejak 2000-an, Longsoran Tanah Mirip Sinkhole di Aceh Tengah Terus Membesar
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Ini yang Bikin Dishub Tutup Exit Tol Rawa Buaya Pakai Rantai
• 7 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.