Dukung Net Zero Emission, Kilang RDMP Balikpapan Siap Produksi BBM Standar Euro 5

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat otomotif Bebin Djuana memberikan apresiasi atas kehadiran kilang baru Pertamina di Balikpapan yang diproyeksikan mampu menghasilkan BBM standar Euro 5. Langkah ini dinilai selaras dengan komitmen Indonesia dalam menjaga iklim global dan menekan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), dengan target penurunan polusi udara sebesar 29% hingga 41% pada tahun 2030.

Bebin menekankan bahwa kemampuan ini menempatkan Indonesia sejajar dengan negara maju dalam hal standar kualitas bahan bakar.

“Mata dunia bisa melihat bahwa Indonesia sudah mampu memproduksi BBM setara standar Euro 5 sebagaimana Malaysia dan negara-negara maju lainnya,” ujar Bebin saat dihubungi Kamis (15/1). 

“Euro 5 itu membuat mesin jadi bersih dan kualitas udara jadi lebih baik,” tambah Bebin.

Untuk memperkuat argumennya, ia memberikan gambaran mengenai daya tahan mesin kendaraan di Jerman yang tetap bersih meski telah menempuh jarak jauh berkat penggunaan BBM standar tinggi. 

“Sudah semestinya pemerintah Indonesia menyediakan bahan bakar ramah lingkungan untuk masyarakatnya,” tutur Bebin, menambahkan. Ia pun berharap agar teknologi serupa dapat segera diimplementasikan pada kilang-kilang Pertamina lainnya di masa mendatang.

Dihubungi secara terpisah Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB), Ahmad Safrudin mengatakan bahwa sebenarnya Pertamina sudah bisa mengembangkan, memodernisasi, dan meningkatkan kapasitas kilang minyak di Indonesia (RDMP) sejak 2019.

”RDMP itu sudah sejak 2012 pembahasannya,” kata Ahmad. Bahkan semestinya penggunaan BBM setara Euro 4 sudah terjadi sejak 2014.

”Tapi mundur menjadi 2016,” tutur Ahmad. Lembaganya terus mendorong peralihan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersih, salah satunya dengan menghentikan penjualan Premium dan Solar bahkan Pertalite untuk digantikan dengan BBM berkualitas lebih baik.

Oleh karena itu ia berharap Presiden Prabowo bisa mewujudkan tak saja ketahanan energi nasional namun juga yang tak kalah penting adalah memproduksi bahan bakar berkualitas tinggi setara standar Euro 5, yang lebih bersih dan rendah emisi.”Semoga presiden serius dalam mewujudkan RDMP selama 3 tahun ke depan,” ujarnya.

Kata pria yang akrab disapa Puput ini, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakan udara yang bersih bagi rakyatnya sesuai dengan UUD 45 pasal 28 H tentang kualitas udara yang baik, dan pemerintah wajib menyusun kebijakan nasional dan daerah terkait perlindungan lingkungan, termasuk udara bersih, dengan mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan. ”Sesuai amanah UU 32/2009,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui Presiden Prabowo Subianto meresmikan mega proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Senin (12/1).

Dari sisi lingkungan, pengoperasian kilang ini merupakan langkah konkret Pertamina dalam mendukung komitmen pemerintah menuju Net Zero Emission. BBM standar Euro 5 mampu mereduksi emisi Nitrogen Oksida (NOx) dan partikulat padat secara signifikan, yang selama ini menjadi penyebab utama polusi udara di kawasan urban.

Baca Juga: RDMP Balikpapan Strategis Dukung Hilirisasi dan Industrialisasi Nasional

Investasi pada teknologi kilang ramah lingkungan ini memastikan bahwa setiap liter bahan bakar yang diproduksi tidak hanya bertenaga, tetapi juga meninggalkan jejak karbon yang lebih kecil. Langkah ini memposisikan Indonesia sejajar dengan negara-negara maju dalam hal standar kualitas bahan bakar dan perlindungan atmosfer.

Selain manfaat teknis dan ekologis, optimalisasi kilang di Kalimantan ini turut memperkuat kedaulatan energi nasional. Dengan memproduksi BBM kualitas tinggi di dalam negeri, Pertamina berhasil mengurangi ketergantungan pada produk impor, sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi tenaga ahli lokal di Kalimantan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Hari Ini 16 Januari 2026: Rekor Tertinggi Bertahan di Rp2,675 Juta
• 8 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Indonesia Kekurangan 100.000 Dokter, Prabowo Minta Fakultas Kedokteran Diperbanyak
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Pemerintah Siapkan 5.750 Kuota Beasiswa LPDP di 2026
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
RUU Perampasan Aset: Pembuktian Komitmen Prabowo Miskinkan Koruptor
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kesenjangan Akses Internet di Bali, Begini Upaya Pemerataan di Pulau Dewata
• 19 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.