PBB: Krisis di Gaza Memburuk, Tiap Warga Dikelilingi 30 Ton Puing dan Risiko Kemanusiaan Meningkat

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jorge Moreira da Silva, menyatakan bahwa krisis kemanusiaan di Jalur Gaza semakin memburuk dan memerlukan respons mendesak dari komunitas internasional.

“Saya baru saja kembali dari Gaza, di mana krisis kemanusiaan semakin memburuk,” ungkap Da Silva, yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Kantor PBB untuk Layanan Proyek (UNOPS).

Ia menggambarkan kondisi warga Gaza sebagai kelelahan, trauma, dan kewalahan, terutama saat harus menghadapi penderitaan ganda akibat musim dingin dan hujan lebat.

60 Juta Ton Puing, Sistem Dasar Lumpuh tanpa Bahan Bakar

Menurut Da Silva, tingkat kehancuran di Gaza sangat luar biasa, terutama bagi anak-anak yang hidup dalam kondisi kehilangan dan trauma berat.

“Gaza memiliki lebih dari 60 juta ton puing, setara kapasitas hampir 3.000 kapal peti kemas. Rata-rata setiap orang di Gaza saat ini dikelilingi oleh 30 ton puing,” ujarnya.

Diperkirakan dibutuhkan waktu lebih dari tujuh tahun untuk membersihkan seluruh puing tersebut.

UNOPS saat ini terlibat aktif dalam proses pembersihan puing, pemulihan energi, pengelolaan limbah, serta penyediaan tempat tinggal darurat bagi masyarakat Gaza.

Da Silva menegaskan pentingnya pasokan bahan bakar untuk menjalankan operasi kemanusiaan.

Tanpa bahan bakar, rumah sakit tidak dapat berfungsi, sistem air dan sanitasi lumpuh, distribusi bantuan pangan terhambat, serta komunikasi dan transportasi darurat terganggu.

“Tim kami juga bekerja sama dengan UN Mine Action untuk membantu masyarakat menghadapi risiko luas dari sisa-sisa bahan peledak yang belum meledak,” jelasnya.

Dorongan Pemulihan dan Harapan dari Gencatan Senjata

Da Silva menyambut baik pengumuman Amerika Serikat terkait transisi ke fase kedua dalam rencana gencatan senjata di Gaza.

“Ini harus benar-benar menjadi awal dari rekonstruksi. Pemulihan awal harus segera dimulai, termasuk pemulihan akses terhadap layanan dasar,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa permasalahan puing di Gaza bukan hanya karena volumenya yang besar, tetapi juga karena kandungan berbahaya di dalamnya, seperti asbes, sisa jasad manusia, dan bahan peledak aktif.

Situasi tersebut menambah lapisan risiko bagi warga sipil dan petugas kemanusiaan yang bekerja di lapangan.

PBB mendesak semua pihak untuk memastikan akses kemanusiaan yang aman dan berkelanjutan ke wilayah Gaza agar proses pemulihan dapat segera dimulai.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
SP3 Diterbitkan, Eggi Sudjana Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi dan Polri
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Bangun Sumur Bor dan MCK, Memulihkan Akses Air Bersih di Desa Cisolok
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemerintah OKU Rekrut 78 Siswa di Sekolah Rakyat, Pendidikan Gratis untuk Anak Kurang Mampu
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Tersangka Kasus Pencabulan di SD Bekasi Ajukan Praperadilan
• 3 jam laluidntimes.com
thumb
6 Artis Indonesia Keturunan Belgia dengan Paras Menawan
• 8 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.