Petugas penyelamat mengevakuasi puing-puing di lokasi kecelakaan kereta api di distrik Sikhio, Provinsi Nakhon Ratchasima, Thailand, setelah sebuah derek konstruksi roboh dan menimpa gerbong. Operasi pembersihan dan pemulihan dimulai sehari kemudian, Kamis (15/1/2026), menyusul insiden yang menewaskan sedikitnya 32 orang dan melukai 66 lainnya, menurut keterangan gubernur setempat. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
2/6Insiden itu terjadi pada Rabu di distrik Sikhio, provinsi Nakhon Ratchasima, sekitar 230 kilometer timur laut Bangkok. Kereta tersebut sedang melakukan perjalanan dari ibu kota Bangkok menuju provinsi Ubon Ratchathani. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
Pada Kamis pagi, para pekerja yang mengenakan helm pengaman terlihat berada di lokasi kejadian dengan menggunakan alat berat untuk mengevakuasi gerbong-gerbong yang hancur dan keluar dari rel. Otoritas menyebutkan terdapat 195 orang di dalam kereta saat kecelakaan terjadi. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
4/6Menurut pihak berwenang, derek yang roboh tersebut tengah digunakan dalam proyek pembangunan jalur kereta api cepat. Runtuhnya derek itu menimpa kereta yang sedang melintas, menyebabkan kereta tergelincir dan sempat terbakar. Penyelidikan atas penyebab kecelakaan masih berlangsung. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charvirakul, mengunjungi lokasi kecelakaan pada Rabu dan meminta Perusahaan Kereta Api Negara Thailand untuk memberikan kompensasi yang layak kepada keluarga para korban. “Kita perlu menyelidiki kejadian ini dan mengambil tindakan hukum,” ujar Anutin kepada wartawan setelah menerima pengarahan di lokasi. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
6/6Sementara itu, Italian-Thai Development Public Company Limited, perusahaan yang dikontrak untuk membangun segmen jalur kereta api tersebut, menyatakan penyesalan mendalam atas insiden ini. Perusahaan itu juga menyatakan komitmennya untuk memberikan kompensasi serta bantuan kepada keluarga korban. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)



