RIYADH, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendapat peringatan dari negara-negara Arab dan Turki agar tidak melancarkan serangan udara ke Iran.
Peringatan itu disampaikan Arab Saudi, Qatar, Oman, dan Turki dalam upaya lobi menit-menit terakhir yang dipicu kekhawatiran serangan AS ke Iran akan menyebabkan konflik besar dan sulit diatasi di seluruh Timur Tengah.
Peringatan dari sekutu-sekutu AS di kawasan tersebut, tampaknya berhasil membujuk Trump untuk menunda serangan militer sementara waktu.
Bahkan Arab Saudi dilaporkan menolak wilayah udaranya digunakan AS untuk menyerang Iran.
Baca Juga: Viral, Pria Libya Ini Baru Mendapatkan Ponsel Nokia yang Dipesannya Sejak 16 Tahun Lalu
Dikutip dari The Guardian, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan melakukan pembicaraan melalui telepon dengan rekan-rekannya dari Iran, Oman, dan Turki pada Kamis (15/1/2026).
Iran tetap terpisah secara politik dari negara-negara Teluk, sebagian karena dukungan berkelanjutannya terhadap jaringan proksi regionalnya.
Selain itu, terkait dengan penolakan Teheran untuk mendukung solusi dua negara bagi Palestina.
Hubungan Arab Saudi-Iran yang dulunya paling tegang di Timur Tengah, telah berada di jalur pemulihan dalam tiga tahun terakhir.
Semua negara Arab menyadari gangguan yang dapat ditimbulkan terhadap lalu lintas maritim di Teluk jika AS melancarkan serangan ke Iran.
Penulis : Haryo Jati Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : The Guardian
- donald trump
- arab saudi
- negara arab
- turki
- iran
- AS serang Iran



