TNI Kebut Pembangunan Jembatan Pascabanjir di Sumbar

tvrinews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Redaksi TVRINews

TVRINews - Agam 

Pembangunan kembali jembatan yang terputus akibat banjir di sejumlah wilayah Sumatera Barat terus dikebut guna mempercepat pemulihan akses transportasi dan mengembalikan aktivitas masyarakat terdampak bencana agar kembali normal.

Anggota TNI dari Bekangdam XX/Tanjungpura (TIB) terus bergerak membangun berbagai jenis jembatan, mulai dari jembatan Bailey, jembatan Armco, hingga jembatan gantung, di sejumlah kabupaten di Sumatera Barat. Pembangunan difokuskan pada titik-titik akses vital yang terputus akibat banjir.

“Beberapa jembatan Armco yang saat ini dalam tahap penyelesaian antara lain Jembatan Armco Sungai Rangeh, yang menyisakan pengerjaan sambungan jalan di kedua ujungnya dan Jembatan Armco Kampuang Jambu, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam yang telah mencapai progres sekitar 80 persen,” tulis rilis yang diterima tvrinews.com, Jumat 16 Januari 2025.

Untuk pembangunan jembatan Bailey, salah satunya berada di Muaro Busuak, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, yang saat ini masih dalam tahap pemasangan beton alas jembatan serta penguatan bantalan di ujung jembatan yang terhubung dengan badan jalan. Alat berat turut dilibatkan untuk mengeruk dan menguruk bronjong batu sebagai bantalan jembatan. 

Sejumlah jembatan Bailey lainnya yang tersebar di Kabupaten Agam dan Kabupaten Pasaman masih dalam pada tahap pengerjaan dasar bantalan jembatan, pemasangan baja pembatas, serta penyiapan beton alas jembatan. 

Jembatan-jembatan tersebut antara lain berada di Kubu Sarunai, Kecamatan Canduang; Aia Taganang, Kecamatan Matur; Sungai Rangeh, Nagari Bayua, Kabupaten Agam; serta Sungai Lasi, Kabupaten Pasaman.

“Tidak hanya jembatan Armco dan Bailey, pembangunan jembatan gantung juga terus dilakukan di beberapa wilayah. Di antaranya Jembatan Gantung tahap II Sungai Batang Mangoi, Nagari Batu Kalang Utara, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, serta dua jembatan gantung di Kabupaten Pesisir Selatan, masing-masing Jembatan Gantung Sungai Batang Mudik Tampati, Kampung Padang Galundi, Nagari Taratak Tampatih, Kecamatan Batang Kapas, dan Jembatan Gantung Batang Bangko Gadang, Nagari Kapau Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo,” lanjutnya.

Selain itu, TNI juga mengoperasikan dapur lapangan di sejumlah titik. Melalui dapur lapangan tersebut, anggota TNI bersama masyarakat setempat bergotong royong menyiapkan makanan bagi prajurit yang bertugas di proyek pembangunan jembatan serta warga terdampak bencana.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
2 Warga Depok Motornya Dicuri, Cari Sendiri di Fb, lalu Tangkap 2 Pelaku
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
24 Desa di Aceh Tengah Masih Terisolir akibat Banjir Bandang dan Longsor
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
AHY Sebut 238 Ribu Rumah Warga Rusak akibat Bencana Sumatra, Naik 112%
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Tol Cikampek Jadi 'Neraka' Libur Panjang, Jasa Marga Buka Jalur Contraflow Sampai KM 65
• 2 jam lalusuara.com
thumb
PP TUNAS Perkuat Peran Orangtua Lindungi Anak dari Penipuan Digital
• 21 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.