BPBD: Dampak Banjir Tahunan Makassar Menurun di Awal 2026

celebesmedia.id
4 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar memastikan hingga pertengahan Januari 2026 belum menetapkan status tanggap darurat banjir, meski Kota Makassar masih berada pada puncak musim penghujan yang diprediksi berlangsung hingga Februari.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, M Fadli Tahar, menyampaikan bahwa kondisi banjir tahun ini menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. 

Pada 2025, status tanggap darurat banjir sempat diberlakukan sebanyak dua kali di seluruh wilayah kota.

“Saya mau katakan bahwa tahun lalu itu kita tetapkan dua kali tanggap darurat dan tahun ini sampai saat ini belum ada tanggap darurat. Itu dibuktikan dengan artinya ada beberapa kemungkinan, termasuk mungkin curah hujan yang tidak turun secara bersamaan,” ungkap Fadli saat ditemui di kantornya, Jumat (16/1/2026).

Fadli menjelaskan, berdasarkan pemetaan BPBD dan peringatan BMKG, terdapat empat kecamatan di Makassar yang rutin masuk kategori rawan banjir tahun ini, yakni Kecamatan Manggala, Biringkanaya, Panakukkang, dan Tamalanrea. Dari wilayah tersebut, Biringkanaya dan Manggala menjadi kawasan yang terdampak banjir pada awal Januari 2026.

Sedangkan tahun lalu, hampir seluruh wilayah di Makassar rawan banjir. Bahkan sejumlah jalan protokol pun turut terendam banjir.

Banjir yang sempat merendam Kelurahan Katimbang dan Paccerakkang pada Senin (12/1/2026) menyebabkan 118 jiwa dari 30 kepala keluarga mengungsi. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama dan sebagian besar warga sudah kembali ke rumah masing-masing pada keesokan harinya.

“Sekarang sampai saat ini, kemarin sempat naik sampai 60 cm di dua daerah yakni Biringkanaya dan Manggala, tetapi penanganannya yang cepat sehingga pengungsi yang dulunya ada delapan posko, hari kedua sudah nihil semuanya,” beber Fadli.

BPBD menilai cepatnya penanganan banjir turut menekan dampak yang biasa terjadi pada banjir tahunan di Makassar. Sebagai langkah antisipasi, BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem, tanpa harus berada dalam kondisi panik.

Selain itu, sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) telah dipasang di sejumlah titik rawan, di antaranya Sungai Kejenjeng di Kecamatan Manggala, Sungai Biring Jene di Kecamatan Biringkanaya, serta Sungai Tello di Kecamatan Tamalanrea.

Tren menurunnya dampak banjir tahunan juga sejalan dengan evaluasi Pemerintah Kota Makassar. 

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin beberapa waktu lalu menyebut kondisi terkini menunjukkan perbaikan dalam sistem penanganan banjir, meski tantangan cuaca ekstrem masih berlangsung.

“Dari lima posko pengungsian yang sempat dibuka, saat ini tersisa dua posko dengan sekitar 50 kepala keluarga. Ini menandakan situasi sudah jauh lebih terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Munafri di Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (14/1/2026).

Munafri menambahkan, banjir di Makassar tidak terlepas dari faktor geografis. Sejumlah wilayah berada di kawasan cekungan dan bantaran sungai, sehingga rentan tergenang saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi secara berkelanjutan. 

Laporan: Rifki


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kejati Bengkulu Sidik Dugaan Korupsi Pengadaan AVR System PLTA Musi
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Bursa Transfer Liga Italia: Alarm Bahaya untuk Juventus! McKennie Jadi Rebutan Klub Top Eropa
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Investasi Naik 12,7% Tahun Lalu, Bagaimana Prospek pada 2026?
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Wamenhaj Ungkap Persiapan Ibadah Haji 2026, Tegaskan Bersih Korupsi
• 18 menit laluliputan6.com
thumb
Komisi III DPR Tekankan Transparansi Bahas RUU Perampasan Aset & HAPER
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.