Lembaga PBB Ungkap Peran IWIP Bagi Industri Nikel Global

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, HALMAHERA TENGAH -- Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengembangan Industri atau United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) mengungkapkan, Kawasan Industri Weda Bay (Indonesia Weda Bay Industrial Park/IWIP) strategis bagi pembangunan berkelanjutan industri nikel global.

"Kawasan ini benar-benar memiliki kepentingan strategis bagi pembangunan berkelanjutan industri nikel global," ujar Managing Director of the Directorate of Technical Cooperation and Sustainable Industrial Development UNIDO Ciyong Zou di Indonesia Weda Bay Industrial Park, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara pada Jumat (16/1/2026).

Baca Juga
  • Kuota Produksi Dipangkas, Vale Jamin Pasokan Nikel untuk Smelter Tetap Aman
  • Eks Bupati Masih Berstatus Saksi dalam Penyidikan Kasus Nikel di Konawe Utara
  • Usut Korupsi Izin Nikel di Konawe Utara, Kejaksaan Geledah Banyak Perusahaan Tambang

Dia mengatakan, UNIDO melihat para pelaku industri di IWIP, dalam menerapkan standar environmental, social, and governance (ESG) sangat mengesankan. Manajemen IWIP berkomitmen secara jelas dan kuat terhadap ESG.

UNIDO pun mengaku bangga menjadi mitra kerja sama dengan IWIP dan entitas sektor swasta lainnya di Indonesia berdasarkan kerja sama teknis kami yang sedang berlangsung dan sukses di Indonesia di bidang kawasan industri berwawasan lingkungan (eco-industrial park).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) ditetapkan sebagai kawasan percontohan (pilot project) pengelolaan kawasan industri nikel berkelanjutan melalui kerja sama antara Tsingshan Holding Group dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO).

Penetapan itu merujuk pada Joint Declaration on the Sustainable Development of the Nickel Industry Chain yang disepakati oleh Tsingshan Holding Group dan UNIDO pada 24 November 2025 di Riyadh, Arab Saudi, bertepatan dengan Konferensi Umum UNIDO ke-21 dan Global Industry Summit.

Melalui kerja sama ini, Tsingshan, UNIDO dan IWIP menargetkan peningkatan standar pengelolaan kawasan industri sekaligus mendorong integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam pengelolaan kawasan industri.

Presiden Direktur PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Kevin He menyampaikan bahwa penetapan sebagai kawasan percontohan menjadi momentum penting untuk memperkuat penerapan standar keberlanjutan di kawasan industri.

“IWIP berkomitmen mendukung prioritas nasional, yakni hilirisasi dan peningkatan nilai tambah serta penguatan kapasitas SDM, dengan memastikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola menjadi bagian dari praktik operasional. Ini adalah bagian dari upaya memposisikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai nilai industri nikel global yang berkelanjutan,” ujar Kevin He.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jatim Retreat 2026, Gubernur Khofifah Dorong Creative Financing, Tak Tambah Beban Masyarakat, Perubahan Mindset Birokrasi
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Musim Dingin Ekstrem Awal 2026, Satwa Eropa Berjuang di Tengah Salju
• 20 jam laludetik.com
thumb
Pemerintah Fokus Dorong Investasi di Sektor Energi Terbarukan dan Digital Jelang 2026
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Ujian Nasional Spesialisasi
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
17 Januari Memperingati Hari Apa? Ternyata Penuh Makna, Ini Ulasannya
• 3 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.