Meulaboh, tvOnenews.com - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memastikan bahwa lahan persawahan seluas 1.500 hektare lebih milik petani yang sebelumnya rusak ringan akibat bencana alam banjir bandang pada 26 November 2025 lalu, saat ini telah mulai ditanami ulang oleh petani.
“Dari total 2.615 hektare lahan sawah yang rusak di Aceh Barat, sekitar 1.500 hektare sawah sudah ditanami ulang karena lahan nya masih bisa digunakan oleh petani untuk menanam padi,” kata Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Barat, Safrizal, Jumat (16/01/2026) di Meulaboh.
Ia menyebutkan, lahan sawah tersebut sebelumnya memang terendam banjir saat bencana alam melanda kawasan ini menjelang akhir tahun 2025 lalu, dan masih bisa ditanami padi tanpa harus menunggu penanganan lebih lanjut.
Safrizal menyebutkan lahan sawah yang sudah mulai ditanami padi oleh petani, nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan beras pascabencana alam banjir bandang.
Selain itu, petani harus melakukan penanaman padi karena tidak memiliki mata pencaharian lainnya, karena profesi petani merupakan pencarian utama sebagian besar masyarakat di Kabupaten Aceh Barat.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah resmi melaporkan kerusakan areal sawah milik petani di daerah setempat seluas 2.615 hektare yang rusak akibat bencana alam banjir bandang ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia, guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Luas lahan sawah yang rusak akibat bencana alam banjir bandang pada Rabu, 26 November 2025 lalu di Kabupaten Aceh Barat mencapai 2.615 hektare dengan kondisi kerusakan bervariasi, yaitu rusak sedang, rusak ringan hingga rusak berat.
Ada pun sebaran lahan sawah yang terendam dan terdampak bencana alam banjir bandang, diantaranya di Kecamatan Pante Ceureumen, Kecamatan Sungai Mas, Kecamatan Woyla Timur, Kecamatan Woyla Barat, Kecamatan Woyla, Kecamatan Arongan Lambalek.
Kemudian Kecamatan Samatiga, Kecamatan Meureubo, Kecamatan Kaway XVI, serta Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Safrizal mengatakan usia tanaman padi yang rusak akibat terjangan banjir bandang tersebut memiliki usia tanam sekitar 7-20 hari usia tanam.
Sebagai upaya memastikan lahan pertanian di daerah setempat dapat dilakukan penanaman kembali, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah melaporkan kerugian tersebut kepada pemerintah pusat dengan harapan dapat disalurkan bantuan benih padi.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475206/original/086408200_1768556103-IMG_4881.jpg)

