Wonosobo, ERANASIONAL.COM – Gerakan penghijauan berskala nasional akan dimulai dari Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Dewan Pimpinan Pusat Garuda Astacita Nusantara (GAN) bersama Yayasan Jagat Tunas Bumi (JATUBU) menggagas aksi penanaman puluhan ribu pohon sebagai langkah konkret pemulihan lingkungan dan penguatan ekosistem hutan di Indonesia.
Program ini akan diawali dengan penanaman 40 ribu bibit kopi Robusta yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Februari 2026 di Kecamatan Watumalang, Wonosobo. Penanaman dilakukan di lahan seluas sekitar 15 hektare yang selama ini membutuhkan upaya rehabilitasi vegetasi secara berkelanjutan.
Ketua DPP GAN, Muhammad Burhanuddin, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bentuk komitmen nyata organisasi masyarakat sipil dan lembaga lingkungan dalam merespons krisis ekologi, khususnya di daerah-daerah yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi.
“Kolaborasi ini menegaskan peran aktif masyarakat dalam menghadapi tantangan lingkungan, terutama di wilayah yang rawan banjir dan degradasi lahan,” ujar Burhanuddin kepada media.
Ia menegaskan, penanaman di Wonosobo menjadi penanda dimulainya Gerakan Penghijauan Nasional 5 Juta Bibit Pohon yang akan dilaksanakan secara bertahap di berbagai daerah di Indonesia.
Sementara itu, Mantep Abdul Ghoni, inisiator program yang juga menjabat Bendahara Umum DPP GAN, menyebutkan bahwa gerakan penghijauan ini menyasar wilayah dengan tingkat kerawanan lingkungan tinggi, mulai dari banjir, kerusakan hutan, hingga penurunan kualitas ekosistem.
“Selain memulihkan tutupan lahan, gerakan ini bertujuan mengembalikan fungsi hutan sebagai penyangga ekosistem, pengatur tata air, serta paru-paru bumi yang sangat penting bagi keberlanjutan kehidupan,” ujar Mantep.
Pemilihan kopi Robusta sebagai tanaman awal dinilai strategis karena tidak hanya memiliki manfaat ekologis, tetapi juga nilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Lebih dari sekadar aksi tanam pohon, gerakan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga dan merawat lingkungan hidup.
“Pelestarian alam bukan tanggung jawab satu generasi saja, melainkan amanah bersama agar generasi mendatang dapat mewarisi lingkungan yang sehat, lestari, dan produktif,” tegas Mantep yang dikenal sebagai pengacara di ibu kota.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian lingkungan, gerakan penghijauan yang dimulai dari Wonosobo ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya aksi serupa di berbagai daerah, guna mencegah bencana ekologis dan memastikan keberlanjutan lingkungan Indonesia di masa depan.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4514864/original/049000200_1690355569-20230726-Festival-Ekonomi-Sirkular-2023-Faizal-7.jpg)


