‎Hana Belladina Terpilih sebagai Ketum BPD GINSI Jatim 2025-2030, Ini Lima Program Prioritasnya

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Surabaya -

Pengurus Daerah Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (BPD GINSI) Jawa Timur ke-IX yang digelar di Surabaya kemarin akhirnya menetapkan Hana Belladina L. sebagai Ketua Umum BPD GINSI Jawa Timur periode 2025-2030.

Bella, panggilan akrabnya, menegaskan komitmennya untuk menjadikan GINSI Jatim sebagai organisasi yang adaptif, solutif, dan mampu menjadi jembatan antara anggota dengan pemerintah.

“GINSI harus hadir memberi kepastian, pemahaman, dan perlindungan bagi anggotanya dalam menjalankan kegiatan impor secara legal dan efisien,” kata Bella.

Lebih lanjut Bella mengungkapkan, salah satu fokus utama kepemimpinannya adalah meningkatkan pemahaman anggota terhadap aturan importasi yang terus berkembang. Ia menilai masih banyak pelaku usaha yang menghadapi kendala akibat minimnya informasi regulasi.

“Kami akan rutin menggelar seminar, workshop, hingga menyediakan buku panduan dan layanan konsultasi agar anggota tidak salah langkah,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti persoalan kelancaran pengeluaran barang impor dan tingginya biaya logistik. Menurutnya, efisiensi menjadi kunci daya saing importir di Jawa Timur.

“Kami akan membentuk tim khusus untuk memantau hambatan di lapangan dan mendorong pemanfaatan teknologi seperti EDI agar proses lebih cepat dan transparan,” jelasnya.

GINSI Jatim di bawah kepemimpinan Bella juga akan aktif menjalin hubungan strategis dengan instansi terkait, mulai dari Bea Cukai, Kementerian Perdagangan, hingga Kementerian Perindustrian.

Ia menekankan pentingnya komunikasi dua arah. “Kami ingin ada forum rutin agar aspirasi pelaku usaha bisa langsung tersampaikan dan kebijakan bisa dievaluasi bersama,” tuturnya.

Tak hanya itu, Bella berkomitmen memperkuat sinergi dengan instansi perizinan impor. Langkah ini dinilai penting untuk memangkas birokrasi yang berbelit.

“Kami akan mendampingi anggota dalam pengurusan izin dan berkoordinasi dengan instansi terkait agar prosesnya lebih mudah dan cepat,” katanya.

Program prioritas lainnya adalah peningkatan pemahaman anggota terkait kewajiban laporan impor. Bella menegaskan bahwa transparansi dan kepatuhan adalah fondasi utama keberlangsungan usaha.

“Pelaporan impor bukan sekadar kewajiban, tetapi bagian dari tata kelola usaha yang sehat,” ujarnya.

Baca Juga: DHL Perkuat Jaringan di Jawa Timur, Buka Dua Service Point di Surabaya dan Malang

Untuk mendukung hal tersebut, GINSI Jatim akan menyediakan pelatihan khusus, template laporan, hingga membentuk tim audit internal. “Kami ingin memastikan seluruh anggota patuh dan terlindungi dari potensi sanksi akibat kesalahan administrasi,” tambah Bella.

Para peserta Musda menyambut positif arah kebijakan yang disampaikan ketua umum terpilih tersebut. Mereka berharap GINSI Jatim dapat menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus rumah bersama bagi para importir dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

Dengan lima program prioritas tersebut, Bella optimistis GINSI Jawa Timur mampu berkontribusi nyata dalam menciptakan iklim usaha impor yang lebih tertib, efisien, dan berdaya saing selama lima tahun ke depan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
HDA GO Jadi Solusi Strategis UMKM Kuliner dan Wisata, Ubah Konten TikTok GO Menjadi Banjir Orderan
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Terpopuler: Nikita Willy Pernah Minta Ganti Lawan Main hingga Ammar Zoni Minta Plastik Klip
• 12 jam laluinsertlive.com
thumb
BNPB Siap Penuhi Kebutuhan Pengungsi Banjir Kudus, Siapkan Cadangan Pangan Gratis dan Mekanisme Reimbursement
• 56 menit lalupantau.com
thumb
Hakim Ungkap Alasan Bebaskan Laras Faizati Meski Divonis Bersalah
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta untuk Keluarga Lansia Korban Penganiayaan di Bandung
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.