Pemkot Surabaya memastikan kabar dugaan kebocoran data di situs resmi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) beredar di media sosial adalah hoaks.
Eddy Christijanto Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya menyebut, data yang muncul di laman website itu bukan bocor, tapi bagian dari upaya resmi Pemkot Surabaya untuk menertibkan administrasi kependudukan warga.
Data tahun 2024 memuat warga yang keberadaannya tidak ditemukan saat petugas kelurahan melakukan upaya jemput bola itu sengaja diumumkan.
“Langkah mengumumkan di website ini diambil agar warga yang bersangkutan melihat dan segera datang ke kantor kelurahan untuk melakukan konfirmasi keberadaan mereka,” ujar Eddy Chirtijanto, Jumat (16/1/2026).
Ia menjelaskan, langkah verifikasi ini penting agar program intervensi dari Pemkot Surabaya, baik di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan dapat tersalurkan tepat sasaran.
Akurasi data domisili memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya dimanfaatkan secara efektif oleh warga yang benar-benar tinggal di Kota Pahlawan.
Eddy menegaskan, data yang dipublikasikan telah melalui proses penyamaran (sensor) pada elemen sensitif.
“Data tersebut sengaja kami publish dengan elemen yang disamarkan, baik Nomor NIK maupun Nama. Hanya orang yang bersangkutan yang akan mengenali data tersebut. Tujuannya murni untuk klarifikasi dan pembaruan (update) alamat tinggal sesuai kondisi de facto di lapangan,” jelas Eddy.
Ia juga menjamin keamanan data Administrasi Kependudukan (Adminduk) warga.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak akurat atau spekulatif di media sosial.
Ia minta warga Kota Surabaya yang telah berpindah tempat tinggal, tetapi belum melakukan pembaruan alamat, segera melapor ke kantor kelurahan setempat.
“Yang sudah pindah tempat tinggal tapi belum lapor, ayo segera lapor. Petugas akan membantu proses pengajuan pembaruan alamat agar sesuai dengan domisili atau alamat saat ini,” tutupnya. (lta/ris/iss)


