Bandung: Galeri Rasulullah yang berlokasi di kawasan Masjid Raya Al Jabbar, Kota Bandung, menjadi destinasi wisata religi edukatif yang menarik perhatian masyarakat. Galeri ini menghadirkan pengalaman belajar sejarah Nabi Muhammad SAW dan Islam Nusantara melalui pendekatan visual dan teknologi interaktif.
Salah seorang pengunjung, Aisyah, 24, mengaku terkesan dengan konsep penyajiannya. "Biasanya belajar sejarah hanya lewat buku atau ceramah. Di sini jadi lebih hidup karena ada visual, diorama, dan penjelasan yang runtut dari satu masa ke masa lainnya," ujar Aisyah di Galeri Rasulullah, Jumat, 16 Januari 2026.
Galeri ini menyajikan kisah Nabi Muhammad SAW mulai dari masa pra-kenabian hingga penyebaran Islam di Nusantara. Terdapat beberapa zona utama yang masing-masing membahas fase penting dalam sejarah Islam.
Baca Juga :
Sejarah Isra Mikraj, Perjalanan Suci Nabi Muhammad dan Perintah Salat 5 Waktu
Zona Pra-Kenabian memperkenalkan kondisi Makkah sebelum Islam, kisah kelahiran Nabi, Gua Hira, hingga sejarah Kabah. Zona Kenabian menampilkan perjalanan dakwah, peristiwa Isra Mi’raj, dan Perang Badar. Zona Madinah mengulas perkembangan Islam pasca-hijrah, seperti Piagam Madinah. Sementara Zona Akhir dan Nusantara menyoroti proses penyebaran Islam di Jawa Barat dan Nusantara serta nilai toleransi budaya.
Pengunjung lainnya, Hendro, 37, menilai galeri ini cocok sebagai sarana edukasi keluarga. "Anak-anak jadi lebih tertarik karena ada animasi dan layar interaktif. Mereka tidak hanya melihat, tapi juga ikut berinteraksi," katanya.
Museum Sejarah Islam di Masjid Al Jabar Kota Bandung. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan
Galeri dilengkapi dengan teknologi video mapping, diorama, layar interaktif, serta animasi visual. Tersedia juga replika benda-benda bersejarah seperti gua dan tempat peristirahatan Nabi untuk membantu visualisasi.
Selain aspek edukasi sejarah, galeri ini juga mengangkat pesan moderasi beragama, menekankan nilai Islam yang damai, toleran, dan harmonis dengan budaya lokal. Bagi masyarakat yang hendak berkunjung, wajib melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui aplikasi Sapawarga. Akses masuk ke Galeri Rasulullah tidak dipungut biaya.



