JAKARTA, DISWAY.ID-- Penguatan peran keluarga dan nilai toleransi menjadi fokus utama kolaborasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), serta Kementerian Kebudayaan (Kemenbud).
Momentum kebersamaan lintas kementerian ini sebagai refleksi untuk memperkuat persatuan dan nilai kemanusiaan dalam kehidupan berbangsa.
BACA JUGA:Jokowi Ampuni Eggi dan Damai Hari, Polda Metro Ungkap Nasib Roy Suryo Cs
BACA JUGA:Sekjen Kemenhaj Ungkap Tiga Indikator Sukses Haji 2026
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan , keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun kehidupan sosial yang damai dan pendidikan karakter.
Penguatan generasi unggul, menurutnya, perlu dilakukan secara menyeluruh melalui sinergi sekolah, keluarga, masyarakat termasuk tempat ibadah, serta media massa.
Kami tekankan sekali lagi pentingnya pembiasaan toleransi sejak dini melalui interaksi dan dialog yang saling menghargai di tengah keberagaman. Perbedaan, kata Abdul Mu’ti, justru menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan, di Jakarta, 14 Januari 2026.
BACA JUGA:Rahasia Bikin Foto Popout, Fitur Baru Oppo Reno 15 series: Siap-siap Viral di Medsos!
BACA JUGA:Pakar: Sengketa Indodax dan Nasabah BoxTcoin Bisa Ditarik ke Ranah Pidana
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya merupakan modal besar bangsa.
Toleransi dan kerukunan umat beragama dinilai sebagai kunci menuju Indonesia Emas 2045, dengan keluarga sebagai unit strategis penjaga nilai persatuan.
Kegiatan ini juga diisi dengan aksi kepedulian sosial berupa penyerahan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana di Sumatra, sebagai wujud solidaritas lintas kementerian.
Kolaborasi ini menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat peran keluarga, toleransi, dan persatuan sebagai fondasi pembangunan karakter bangsa.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5457952/original/085391400_1767067413-unnamed.jpg)