Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam menghidupkan kembali produktivitas masyarakat pascabencana di Sumatra.
“Melalui Ekraf Peduli, kami ingin memastikan pemulihan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menggerakkan kembali usaha, kreativitas, dan daya juang masyarakat agar pulih bersama dan bangkit berdaya,” kata Teuku Riefky dalam rilis yang diterima tvrinews.com, Jumat, 16 Januari 2025.
Pada fase rehabilitasi, Kementerian Ekraf mengaktifkan Ruang Kreatif Merah Putih serta memfasilitasi literasi bisnis bagi pelaku ekonomi kreatif terdampak, mencakup pembiayaan, pendanaan, dan pendampingan usaha.
Kegiatan lain meliputi pelatihan konten digital pemulihan bencana, penguatan musik lokal, sinema rakyat, permainan edukatif kreatif, hingga aktivitas seni bersama komunitas dan anak-anak.
Memasuki tahap rekonstruksi, program difokuskan pada penguatan kapasitas produksi dan nilai tambah melalui pelatihan kriya, batik lokal, sulam dan anyam, workshop desain kemasan, pelatihan memasak, pelatihan menjahit ready to wear, serta pengembangan kewirausahaan digital.
Rekonstruksi juga diarahkan pada pemanfaatan kreativitas teknologi, media, budaya, dan desain sebagai pengungkit pemulihan ekonomi jangka menengah.
Berdasarkan data BNPB per 5 Januari 2026, tercatat 52 kabupaten/kota terdampak banjir dan longsor di tiga provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat. Upaya akselerasi juga dilakukan melalui pendataan dan validasi pegiat ekonomi kreatif terdampak, seiring penguatan saluran komunikasi krisis dan penggalangan relawan ekraf.
Editor: Redaktur TVRINews



