FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Polemik pernyataan mantan Kepala Kantor Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, yang menyebut komedian Pandji Pragiwaksono bertahan hidup dengan cara menghina pemerintah terus menuai reaksi.
Kali ini, pernyataan menohok datang dari pegiat media sosial, Bachrum Achmadi.
Bachrum secara terbuka membela Pandji Pragiwaksono dan justru melontarkan sindiran tajam kepada Hasan Nasbi.
Ia menilai kritik terhadap pemerintah jauh lebih bermartabat dibanding sikap menjilat kekuasaan.
“Jauh lebih terhormat Pandji mengkritik pemerintah, daripada kau penjilat pemerintah,” tegas Bachrum dalam pernyataannya.
Ia bahkan mengajak publik menyatakan sikap bersama atas pandangannya tersebut. “Sepakat saudara-saudara!,” tandasnya.
Sebelumnya, Hasan Nasbi mengomentari sikap komika Pandji Pragiwaksono. Komentar dari Hasan Nasbi ini terbilang cukup keras memberikan sindiran tajam ke arah Pandji.
Ia menyebut apa yang dilakukan Pandji merupakan cara untuk bertahan hidup. “Ini kan survival modenya dia. Genre bertahan hidupnya dengan memaki-maki pemerintah,” katanya dalam podcast Seruput Kopi, belum lama ini.
Lebih jauh, Hasan juga memberi sindiran soal kelakuan Pandji saat membahas Asian Velue di Total Politik. Menurutnya yang dilakukan Pandji sangat tidak etis.
Sementara itu, Pandji menegaskan, Mens Rea tidak dibuat untuk menyerang kelompok atau pihak tertentu.
Dikatakan Pandji, banyak orang keliru memahami arah materi yang ia bawakan di atas panggung. “Orang berpikir Mens Rea itu dibikin untuk nyenggol ini, nyenggol itu,” ujar Pandji dikutip pada Selasa (6/1/2026).
Namun, ia menekankan bahwa sasaran utama dalam spesial show tersebut justru adalah masyarakat luas.“Yang disenggol oleh Mens Rea, rakyat Indonesia,” tegasnya.
Pandji menjelaskan, sejak awal hingga akhir pertunjukan, materi stand up yang ia bawakan bertujuan untuk mengajak penonton lebih sadar akan peran mereka dalam sistem demokrasi.
“Dari awal sampai akhir, materi stand up dalam Mens Rea itu untuk bikin semua orang yang tahu dia adalah bagian dari negara demokrasi untuk lebih baik menjadi bagian dari demokrasi,” katanya.
Ia juga menyinggung soal kondisi politik nasional yang kerap dipersoalkan publik.
Kata Pandji, situasi politik tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada elite atau lembaga negara semata. “Gua ngerasa kondisi politik kita itu sebenarnya tanggung jawab kita juga,” ucapnya.
Pandji menekankan, masyarakat sering kali gemar menyalahkan DPR dan pemerintah tanpa bercermin pada realitas bahwa wakil rakyat merupakan cerminan dari masyarakat itu sendiri.
“Cuma kita sering banget, ih salah ini, salah ini, DPR kacau. Lah DPR kan rata-rata rakyat,” Pandji menuturkan.
“Ia melanjutkan, Kan perwakilan rakyat, rata-rata rakyat kayak gitu ya lu dapet orang kayak gitu,” tambahnya.
Karena itu, Pandji mengajak masyarakat untuk mulai berbenah jika menginginkan perubahan dalam dunia politik. “Kalau nggak pengen dapat orang kayak gitu, yah benahi diri kita. Gue jamin sejamin-jaminnya,” timpalnya.
Terkait Mens Rea, Pandji mengklaim pertunjukan tersebut dirancang agar bisa dinikmati oleh semua kalangan, baik yang paham politik maupun yang awam.
“Orang nggak ngerti politik, masuk Mens Rea, keluar ngerti. Gue jamin. Belum tentu suka, tapi ngerti,” terang dia. (Muhsin/fajar)



