Cara Penjaga Parkir Stasiun Klender Tata Motor Pelanggan: Sesuai Jam Pulang

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Di balik deretan motor yang terparkir rapi di sekitar Stasiun Klender Baru, Jakarta Timur, ada ketelatenan seorang penjaga parkir bernama Dasuri (42).

Setiap hari, ia menata motor-motor pelanggan berdasarkan jam pulang kerja mereka.

"Iya ditata, berdasarkan jam pulang, cari yang pulang malam dulu. Kita cariin, kalau yang pulang malam kita taruh belakang. Jadi kita enggak bongkar terlalu capek," jelas Dasuri saat ditemui Kompas.com di tempatnya bekerja, Jumat (16/1/2026).

Baca juga: Pilih Parkir di Luar Stasiun Bekasi, Pengguna KRL: Lebih Murah dan Praktis

Menurut dia, sebagian besar pelanggan merupakan pengguna kereta yang rutin berangkat dan pulang pada jam yang hampir sama setiap hari.

Karena itu, Dasuri hafal betul motor mana yang akan diambil lebih dulu.

“Mereka taruh saja, nanti saya yang tata. Kebetulan sudah hafal karena pelanggan tetap,” katanya.

Pada hari kerja, area parkir yang dikelolanya selalu ramai. Jumlah motor yang terparkir bisa mencapai sekitar 130 unit. Namun, suasana berbeda terasa saat libur panjang.

"Iya. Makanya kalau hari libur kita bisa begini, bisa jalan-jalan, keluar masuk. Kalau hari kerja mah jam segini kita enggak bisa," tuturnya.

Dasuri menjelaskan, mayoritas pelanggan parkirnya adalah pekerja yang menggunakan kereta dari Stasiun Klender. Saat hari libur, aktivitas parkir menurun drastis karena banyak pelanggannya tidak berangkat kerja.

Baca juga: Kronologi 2 Pria Masturbasi di Bus TransJakarta Berujung Ditangkap Polisi

Untuk tarif parkir, pengendara motor dikenakan biaya Rp 7.000 hingga malam hari.

"Ya kalau untuk pendapatan sih dari itu aja, Rp 7.000 dikali 130 motor, di sini kalau hari kerja sampai pukul 23.00 WIB, kalau weekend cuma pukul 22.00 WIB," jelasnya.

Meski omzet parkir per hari bisa mencapai hampir jutaan rupiah, Dasuri menegaskan uang tersebut bukan sepenuhnya menjadi miliknya. Ia bekerja dengan sistem setoran kepada pemilik lahan parkir.

"Sistemnya setoran kita, kalau saya di gaji bulanan sekitar Rp 2,4 Juta," ungkapnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Tak hanya itu, Dasuri juga harus bertanggung jawab jika terjadi kerusakan pada motor pelanggan selama diparkir, demi menjaga kepercayaan dan kenyamanan pengguna jasa.

"Lah iya. Kalau bos enggak tahu-menahu masalah kerusakan kayak spakbor, kayak tameng gitu. Itu kita tanggung jawab, kepada pelanggan kita," jelasnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pastikan Keamanan Ruang Digital, Kemkomdigi Minta Penjelasan Resmi Meta Terkait Isu Data Instagram
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025/26 Resmi Dimulai!
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Cerita Istri Polisi Korbankan Mobil Agar Warga Tak Ditabrak Truk Gagal Nanjak
• 13 jam laludetik.com
thumb
Harga OTR Jakarta Toyota Agya per Januari 2026
• 15 jam lalumedcom.id
thumb
Seskab Teddy Temui Bos Kadin Malam-Malam, Bahas MBG Hingga WEF Davos
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.