Yogyakarta: PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta mencatat Stasiun Yogyakarta melayani sebanyak 25.911 penumpang pada awal libur panjang peringatan Isra Mikraj, Jumat, 16 Januari 2026. Jumlah itu terdiri atas 10.088 penumpang yang berangkat dan 15.833 penumpang yang tiba.
"Angka-angka ini masih dinamis atau bergerak karena pembelian tiket masih terus berjalan hingga jelang keberangkatan KA terakhir pada tengah malam nanti," kata Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih.
Feni mengatakan jumlah penumpang secara umum mengalami peningkatan. Jika dibandingkan dengan hari biasa yang rata-rata memberangkatkan 8.000 penumpang, peningkatan penumpang di Stasiun Yogyakarta mencapai sekitar 26%.
"Untuk mengakomodasi peningkatan penumpang, Daop 6 Yogyakarta sudah menjalankan 4 KA Tambahan yang dilayani di Stasiun Yogyakarta, yakni KA Tambahan Yogyakarta-Gambir, KA Batavia, KA Sancaka, dan KA Gajayana Tambahan," ucap Feni.
Baca Juga :
KAI Daop 8 Surabaya Siapkan 5 KA Tambahan untuk Libur Panjang Isra Mikraj
Stasiun-stasiun yang banyak menjadi pilihan tujuan penumpang di antaranya Solobalapan, Gambir, Pasarsenen, Surabaya Gubeng, Bandung, dan Malang. Jumlah penumpang di stasiun-stasiun lain di wilayah Daop 6 Yogyakarta juga mengalami peningkatan.
"Secara kumulatif, Daop 6 Yogyakarta hari ini melayani sebanyak 46.869 penumpang, yang terdiri dari 20.547 penumpang berangkat dan 26.322 penumpang turun. Jumlah total ini menunjukkan peningkatan sebesar 18% dibandingkan hari biasanya, di mana Daop 6 melayani rata-rata total 40.000 penumpang," katanya.
Pihaknya mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan jauh-jauh hari dengan memesan tiket KA melalui aplikasi resmi Access by KAI atau channel eksternal lainnya yang telah bekerja sama dengan KAI. Hal ini khususnya penting dalam situasi rawan bencana alam saat ini.
Penumpang kereta api saat berada di Stasiun Cirebon. Dokumentasi/Istimewa
Ia juga menyebut pengaturan jam keberangkatan dari rumah menuju stasiun harus dilakukan agar penumpang dapat berangkat tepat waktu dan tidak ketinggalan KA.
"Masa liburan yang sudah dimulai berdampak pada kepadatan lalu lintas atau adanya pengaturan arus lalu lintas yang berdampak pada kepadatan jalan raya, sehingga masyarakat diimbau untuk berangkat lebih awal menuju stasiun," ujarnya.


