Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Seorang bocah berinisial MA (7) yang terseret arus Kali Jambe akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pesisir perairan Pantai Sederhana, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi setelah tiga hari proses pencarian.
Koordinator Unit Siaga SAR Bekasi, Erdi Jatmiko, mengatakan, korban ditemukan sejauh 45 kilometer dari lokasi awal kejadian yakni Kali Jambe di Kecamatan Tambun Selatan.
"Penemuan jasad korban kalau dari titik awal dilaporkan hanyut, jaraknya kurang lebih sekitar 45 kilometer," katanya, di Cikarang, Jumat.
Ia mengatakan, tim SAR gabungan langsung mengevakuasi jasad korban usai ditemukan. Jenazah sempat dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi guna proses penanganan lebih lanjut sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.
"Evakuasi menuju RSUD Kabupaten Bekasi dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB siang tadi untuk selanjutnya kami serahkan kepada keluarga," katanya.
Peristiwa nahas yang diawali korban bermula pada Selasa (13/1) sore. Saat itu, MA dilaporkan hilang setelah terseret arus Kali Jambe ketika sedang bermain di bantaran sungai.
Menurut Erdi, korban diduga terpeleset saat bermain kayu di tepi sungai hingga terjatuh dan terbawa arus deras.
"Korban kemungkinan kehilangan keseimbangan, lalu jatuh ke sungai dan hanyut terseret derasnya arus Kali Jambe," ujarnya.
Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian sejak laporan diterima. Upaya pencarian dilakukan secara intensif dengan menyusuri aliran sungai menggunakan perahu karet dan kano, namun korban baru ditemukan beberapa hari kemudian di wilayah pesisir Muaragembong.
Koordinator Unit Siaga SAR Bekasi, Erdi Jatmiko, mengatakan, korban ditemukan sejauh 45 kilometer dari lokasi awal kejadian yakni Kali Jambe di Kecamatan Tambun Selatan.
"Penemuan jasad korban kalau dari titik awal dilaporkan hanyut, jaraknya kurang lebih sekitar 45 kilometer," katanya, di Cikarang, Jumat.
Ia mengatakan, tim SAR gabungan langsung mengevakuasi jasad korban usai ditemukan. Jenazah sempat dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi guna proses penanganan lebih lanjut sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.
"Evakuasi menuju RSUD Kabupaten Bekasi dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB siang tadi untuk selanjutnya kami serahkan kepada keluarga," katanya.
Peristiwa nahas yang diawali korban bermula pada Selasa (13/1) sore. Saat itu, MA dilaporkan hilang setelah terseret arus Kali Jambe ketika sedang bermain di bantaran sungai.
Menurut Erdi, korban diduga terpeleset saat bermain kayu di tepi sungai hingga terjatuh dan terbawa arus deras.
"Korban kemungkinan kehilangan keseimbangan, lalu jatuh ke sungai dan hanyut terseret derasnya arus Kali Jambe," ujarnya.
Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian sejak laporan diterima. Upaya pencarian dilakukan secara intensif dengan menyusuri aliran sungai menggunakan perahu karet dan kano, namun korban baru ditemukan beberapa hari kemudian di wilayah pesisir Muaragembong.





