Jakarta, VIVA – Kecerdasan buatan (AI) merevolusi kehidupan pribadi. Namun, realitas di dunia kerja, AI belum memberikan transformasi serupa — terhambat oleh antarmuka yang tidak intuitif, tersebar di berbagai tim dan alat, rentan terhadap halusinasi dan inkonsistensi, serta kurang memiliki konteks yang dibutuhkan lingkungan kerja.
Menjawab tantangan tersebut, Salesforce mengumumkan ketersediaan umum Slackbot, sebuah agen pribadi yang dirancang untuk menyatu langsung dengan alur kerja karyawan tanpa gesekan.
Kehadiran Slackbot menandai pergeseran signifikan menuju apa yang disebut sebagai Agentic Enterprise. Visi ini menempatkan AI bukan lagi sebagai alat pasif, melainkan rekan kerja aktif yang memahami konteks.
Co-Founder Salesforce and CTO Slack, Parker Harris, menegaskan bahwa Slackbot merupakan pintu masuk utama menuju ekosistem Agentforce, yang membawa AI berlandaskan data perusahaan dan alur kerja langsung ke tempat percakapan terjadi.
Pelanggan paket Business+ dan Enterprise+ sudah dapat mengakses teknologi ini. Tantangan utama adopsi AI di perusahaan selama ini adalah masalah kepercayaan dan konteks.
Agen AI konvensional sering kali gagal karena mereka memulai interaksi dari nol, tanpa memahami siapa penggunanya atau apa yang sedang dikerjakan.
Slackbot mengambil pendekatan berbeda dengan dibangun langsung di atas platform Slack. Slackbot memahami percakapan, file, kanal, dan orang-orang yang berinteraksi dengan Anda setiap hari.
Kemampuan ini memungkinkannya memberikan jawaban yang dipersonalisasi dan relevan, jauh melampaui hasil pencarian standar. Dalam praktiknya, Slackbot bertindak sebagai “penjinak kekacauan”.
Bahkan, Slackbot digambarkan sebagai rekan virtual dengan pemahaman bisnis yang mendalam, yang mampu menghemat waktu sekitar 30 menit per hari hanya dengan memangkas kebutuhan berpindah konteks.
Pengguna dapat meminta Slackbot untuk merangkum perkembangan proyek, mencari file penting, atau bahkan mengubah ide kasar menjadi canvas kolaboratif dalam hitungan detik.
Bukan itu saja. Slackbot juga mengambil peran proaktif dalam manajemen waktu, membantu menemukan slot kosong di kalender dan menjadwalkan pertemuan tanpa mengharuskan pengguna meninggalkan ruang obrolan.
Kekuatan sejati Slackbot terletak pada kemampuannya menjembatani percakapan informal dengan data bisnis yang rigid.



