Klarifikasi Kak Seto soal disebut abaikan aduan Aurelie Moeremans saat alami dugaan child grooming jadi salah satu berita populer pada Jumat (16/1).
Selain itu ada mengenai Insanul Fahmi bertemu Wardatina Mawa dan melepas kangen dengan anak. Berikut adalah rangkuman dari 5 berita populer yang menyita perhatian sepanjang hari kemarin.
1. Kak Seto Klarifikasi soal Abaikan Aduan Aurelie saat Alami Dugaan Child GroomingNama Kak Seto kembali jadi perbincangan hangat setelah kontroversi dugaan child grooming yang dialami Aurelie Moeremans mencuat kembali. Aurelie melalui memoarnya, "Broken Strings", mengungkap pengalaman pahitnya di masa lalu yang menyeret nama Roby Tremonti, dengan tudingan Kak Seto sempat mengabaikan laporan.
Lewat Instagram Story, Kak Seto memberikan klarifikasi, mengakui adanya perkembangan signifikan dalam praktik pendampingan anak serta pemahaman tentang relasi kuasa dan kerentanan remaja dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Kak Seto menegaskan bahwa setiap pendampingan dan pernyataan di masa lalu didasarkan pada pengetahuan dan kerangka pemahaman yang berlaku saat itu. Kini, ia menyadari bahwa standar perlindungan anak menuntut kepekaan dan perspektif yang jauh lebih kuat terhadap potensi manipulasi atau ketimpangan kuasa, menjadikan refleksi masa lalu sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan. Ia juga mengecam segala bentuk manipulasi dan praktik child grooming, serta menghormati keberanian para penyintas untuk bersuara.
Di sisi lain, Roby Tremonti sendiri sempat membantah tudingan child grooming tersebut. Roby menjelaskan definisi pedofilia dan menegaskan bahwa ia bertemu Aurelie saat gadis itu sudah berusia 16 tahun, bukan di bawah 13 tahun seperti yang didefinisikan pedofilia. Ia merasa perlakuannya terhadap Aurelie adalah layaknya orang pacaran pada umumnya, dengan restu orang tua Aurelie, tanpa ada unsur cuci otak.
2. Bertemu Wardatina Mawa, Insanul Fahmi Lepas Kangen dengan AnakInsanul Fahmi akhirnya bisa melepas rindu dengan buah hatinya dalam pertemuan dengan Wardatina Mawa di kawasan Tomang, Jakarta Barat. Momen mengharukan itu menjadi titik terang setelah sekian lama Insanul tak bersua dengan sang anak, bahkan ia sampai membawakan mainan dan berpelukan erat, merasakan kebahagiaan yang mendalam. Pertemuan ini disebut sebagai langkah awal menuju perdamaian atau islah antara Insanul dan Mawa.
Kuasa hukum Insanul, Tommy Tri Yunanto, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan babak pendahuluan untuk memungkinkan kedua belah pihak duduk bareng setelah serangkaian pernyataan yang beredar sebelumnya. Dalam suasana kekeluargaan yang turut dihadiri pihak keluarga Mawa, Insanul secara tulus menyampaikan permintaan maaf kepada Mawa dan kakak-kakaknya, berharap dapat meredakan ketegangan yang ada.
Langkah damai ini muncul setelah Mawa melaporkan Insanul dan Inara Rusli atas dugaan perzinaan dan perselingkuhan. Kasus ini bermula dari rekaman CCTV yang viral, memperlihatkan kebersamaan Insanul dan Inara, padahal Insanul masih berstatus suami Mawa. Belakangan, Insanul mengaku telah menikahi Inara secara siri, menambah kompleksitas drama rumah tangga ini.
3. Upayakan Berdamai, Inara Rusli Siap Temui Wardatina MawaDi tengah pusaran kasus dugaan perselingkuhan dan perzinaan yang melibatkan dirinya, Inara Rusli melalui kuasa hukumnya, Daru Quthny, menyatakan kesiapannya untuk bertemu tatap muka dengan Wardatina Mawa. Pertemuan ini menjadi krusial dalam upaya menciptakan perdamaian antara kedua belah pihak yang berseteru. Daru Quthny menegaskan bahwa perdamaian takkan terwujud tanpa tatap muka langsung antara Inara dan Mawa.
Meski begitu, Daru mengakui adanya kendala komunikasi yang membuat pertemuan tersebut belum bisa terwujud dalam waktu dekat. Namun, Inara sendiri memiliki keinginan kuat untuk berdamai, sebuah niat tulus yang tak lepas dari intervensi pihak mana pun, dan tim kuasa hukumnya siap mendukung penuh langkah ini. Mereka berharap "green light" untuk komunikasi dapat segera didapatkan.
Kasus ini mencuat setelah Mawa melaporkan Insanul Fahmi, suaminya, dan Inara ke Polda Metro Jaya. Pemicunya adalah video rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial, menunjukkan momen kebersamaan Insanul dan Inara. Insanul Fahmi kemudian mengakui bahwa ia telah menikah siri dengan Inara pada 7 Agustus 2025, menambah panjang daftar drama selebriti yang menyita perhatian publik.
4. Danur: The Last Chapter Telan Biaya Fantastis, 4 Kali Lebih Mahal dari Danur 3Film horor paling dinantikan, "Danur: The Last Chapter", sukses bikin geger jagat perfilman nasional lantaran biaya produksinya yang fantastis. CEO MD Pictures, Manoj Punjabi, mengonfirmasi bahwa film penutup waralaba Risa Sarasvati ini menjadi film horor termahal yang pernah diproduksi MD. Manoj menyebut, angka produksi ini empat kali lipat lebih mahal dari "Danur 3: Sunyaruri", bahkan setara dengan biaya pembuatan tiga hingga empat film horor pada umumnya.
Pembengkakan biaya ini bukan tanpa alasan. Manoj Punjabi menegaskan ini adalah komitmen MD untuk meningkatkan standar film nasional, mengingat penonton kini jauh lebih selektif. Menurutnya, industri film harus lebih berani memproduksi konten berkualitas tinggi, bukan sekadar film yang bisa laku tanpa kualitas. Ini adalah tantangan yang ia nikmati, demi memberikan sajian terbaik bagi penikmat sinema.
Salah satu faktor utama yang membuat biaya produksi "Danur: The Last Chapter" melambung adalah keputusannya untuk tayang di layar IMAX. Manoj ingin membuktikan bahwa film lokal juga mampu bersaing secara kualitas global dan memberikan pengalaman sinematik premium kepada penonton. Ia ingin film lokal menjadi pilihan setara dengan film-film Barat di layar IMAX, meski ia juga menekankan pentingnya memilih genre yang sesuai dengan format tersebut, seperti action atau thriller, bukan drama.
5. Respons Ammar Zoni Disebut Jadi 'Gudang' Narkotika dalam RutanSidang lanjutan kasus peredaran narkotika yang menyeret Ammar Zoni kembali memanas. Dalam persidangan, jaksa penuntut umum (JPU) membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang menyebut Ammar sebagai 'gudang' penyimpanan narkotika di dalam rutan. Narkotika tersebut disebut milik Andre, seorang buronan. Pengakuan ini tentu saja menggemparkan publik dan semakin memperkeruh kasus Ammar.
Namun, Ammar Zoni dengan tegas membantah tudingan tersebut. Meskipun mengakui surat itu adalah tulisan tangannya, Ammar menekankan bahwa ia menulisnya karena "didikte" oleh pihak rutan, bukan murni dari pernyataannya sendiri. Ia merasa tidak pernah mengaku sebagai gudang penyimpanan narkotika, melainkan hanya mengikuti arahan yang diberikan kepadanya saat itu.
Di hadapan hakim, Ammar memberikan klarifikasi bahwa ia tidak pernah menggunakan istilah 'gudang'. Ia justru menuding Rifaldi, salah satu terdakwa lainnya, sebagai pihak yang memberikan barang-barang terlarang kepadanya di dalam kamar. Ammar dan lima terdakwa lain didakwa terlibat dalam jaringan peredaran sabu dan ganja di Rutan Salemba, dengan Ammar kini dipindahkan sementara ke Lapas Narkotika Jakarta untuk mempermudah proses persidangan.





