Jakarta (ANTARA) - Berbagai peristiwa hukum kemarin (16/1) menjadi sorotan, mulai dari KPK sebut belum dalami aliran uang kasus Ade Kunang ke partai politik hingga Polisi tangkap buron internasional kasus pembunuhan di Rumania.
Berikut rangkuman ANTARA untuk berita hukum kemarin yang menarik untuk kembali dibaca:
1. KPK sebut belum dalami aliran uang kasus Ade Kunang ke partai politik
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan belum mendalami dugaan aliran uang kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang (ADK) kepada partai politik, seperti PDI Perjuangan.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan KPK pada saat ini masih fokus kepada dugaan aliran uang kasus Ade Kuswara Kunang kepada kader partai politik, seperti Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono (OS).
“Ya, pendalaman sampai dengan saat ini itu masih terkait dengan yang bersangkutan (Ono Surono, red.),” ujar Budi kepada para jurnalis di Jakarta, Jumat.
Baca selengkapnya di sini
2. Kepala BNN kuatkan pencegahan dan pemberantasan narkotika ke Kepri
Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Polisi Suyudi Ario Seto, melaksanakan kunjungan kerja awal tahun 2026 di Kepulauan Riau membahas upaya penguatan pencegahan dan pemberantasan narkotika di wilayah perairan terdepan Indonesia tersebut.
Suyudi yang ditemui usai berkunjung ke Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri), Jumat malam, menyebut pentingnya penguatan pencegahan dan pemberantasan narkotika di Kepri mengingat letak geografisnya yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara.
“Wilayah Kepri sebagai provinsi terdepan di Indonesia yang tentunya banyak beririsan dengan beberapa negara tentunya ini menjadi perhatian kami, khususnya masalah narkoba,” kata Suyudi.
Baca selengkapnya di sini
3. Soal hakim ad hoc, KY terus upayakan peningkatan kesejahteraan
Komisi Yudisial (KY) terus mengupayakan adanya peningkatan kesejahteraan berkeadilan bagi hakim merespons aspirasi hakim ad hoc yang belakangan menyuarakan kegelisahan akibat besaran tunjangan kinerja yang stagnan.
"Kesejahteraan merupakan fondasi independensi dan integritas peradilan. Oleh karena itu, KY terus mengupayakan adanya peningkatan kesejahteraan hakim yang berkeadilan,” kata anggota KY sekaligus Juru Bicara Anita Kadir dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Menurut Anita, upaya KY dalam membantu peningkatan kesejahteraan para hakim ad hoc dapat meningkatkan kinerja dan mencegah terjadinya pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim dengan terus memegang integritas.
Baca selengkapnya di sini
4. Kasus pajak, KPK usut asal-usul barang bukti 1,3 kilogram logam mulia
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut asal-usul barang bukti berupa logam mulia seberat 1,3 kilogram senilai sekitar Rp3,42 miliar pada kasus dugaan suap terkait pemeriksaan pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2021–2026.
"Ini masih ditelusuri," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Jumat.
Budi menjelaskan salah satu cara pengusutan asal-usul logam mulia tersebut adalah dengan mengonfirmasikannya kepada pihak-pihak terkait.
Baca selengkapnya di sini
5. Polisi tangkap buron internasional kasus pembunuhan di Rumania
Tim gabungan Divisi Hubungan Internasional Polri melalui Set NCB Interpol Indonesia bekerja sama dengan Polda Bali, Polresta Denpasar dan Polres Gianyar menangkap seorang buron internasional pelaku pembunuhan di Rumania, yakni Zuleam Costinel Cosmin (33).
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Komisaris Besar Polisi Ariasandy di Denpasar, Bali, Jumat, membenarkan penangkapan subjek red notice tersebut pada Kamis (15/1). Zuleam ditangkap di Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali.
"Tersangka atas nama Zuleam Costinel Cosmin telah berhasil ditangkap pada tanggal 15 Januari 2026 di wilayah Kerobokan, Bali. Saat ini dilakukan penitipan penahanan pada Ditreskrimum Polda Bali sampai proses penyerahan kepada NCB Bucharest," katanya
Baca selengkapnya di sini
Berikut rangkuman ANTARA untuk berita hukum kemarin yang menarik untuk kembali dibaca:
1. KPK sebut belum dalami aliran uang kasus Ade Kunang ke partai politik
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan belum mendalami dugaan aliran uang kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang (ADK) kepada partai politik, seperti PDI Perjuangan.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan KPK pada saat ini masih fokus kepada dugaan aliran uang kasus Ade Kuswara Kunang kepada kader partai politik, seperti Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono (OS).
“Ya, pendalaman sampai dengan saat ini itu masih terkait dengan yang bersangkutan (Ono Surono, red.),” ujar Budi kepada para jurnalis di Jakarta, Jumat.
Baca selengkapnya di sini
2. Kepala BNN kuatkan pencegahan dan pemberantasan narkotika ke Kepri
Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Polisi Suyudi Ario Seto, melaksanakan kunjungan kerja awal tahun 2026 di Kepulauan Riau membahas upaya penguatan pencegahan dan pemberantasan narkotika di wilayah perairan terdepan Indonesia tersebut.
Suyudi yang ditemui usai berkunjung ke Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri), Jumat malam, menyebut pentingnya penguatan pencegahan dan pemberantasan narkotika di Kepri mengingat letak geografisnya yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara.
“Wilayah Kepri sebagai provinsi terdepan di Indonesia yang tentunya banyak beririsan dengan beberapa negara tentunya ini menjadi perhatian kami, khususnya masalah narkoba,” kata Suyudi.
Baca selengkapnya di sini
3. Soal hakim ad hoc, KY terus upayakan peningkatan kesejahteraan
Komisi Yudisial (KY) terus mengupayakan adanya peningkatan kesejahteraan berkeadilan bagi hakim merespons aspirasi hakim ad hoc yang belakangan menyuarakan kegelisahan akibat besaran tunjangan kinerja yang stagnan.
"Kesejahteraan merupakan fondasi independensi dan integritas peradilan. Oleh karena itu, KY terus mengupayakan adanya peningkatan kesejahteraan hakim yang berkeadilan,” kata anggota KY sekaligus Juru Bicara Anita Kadir dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Menurut Anita, upaya KY dalam membantu peningkatan kesejahteraan para hakim ad hoc dapat meningkatkan kinerja dan mencegah terjadinya pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim dengan terus memegang integritas.
Baca selengkapnya di sini
4. Kasus pajak, KPK usut asal-usul barang bukti 1,3 kilogram logam mulia
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut asal-usul barang bukti berupa logam mulia seberat 1,3 kilogram senilai sekitar Rp3,42 miliar pada kasus dugaan suap terkait pemeriksaan pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2021–2026.
"Ini masih ditelusuri," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Jumat.
Budi menjelaskan salah satu cara pengusutan asal-usul logam mulia tersebut adalah dengan mengonfirmasikannya kepada pihak-pihak terkait.
Baca selengkapnya di sini
5. Polisi tangkap buron internasional kasus pembunuhan di Rumania
Tim gabungan Divisi Hubungan Internasional Polri melalui Set NCB Interpol Indonesia bekerja sama dengan Polda Bali, Polresta Denpasar dan Polres Gianyar menangkap seorang buron internasional pelaku pembunuhan di Rumania, yakni Zuleam Costinel Cosmin (33).
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Komisaris Besar Polisi Ariasandy di Denpasar, Bali, Jumat, membenarkan penangkapan subjek red notice tersebut pada Kamis (15/1). Zuleam ditangkap di Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali.
"Tersangka atas nama Zuleam Costinel Cosmin telah berhasil ditangkap pada tanggal 15 Januari 2026 di wilayah Kerobokan, Bali. Saat ini dilakukan penitipan penahanan pada Ditreskrimum Polda Bali sampai proses penyerahan kepada NCB Bucharest," katanya
Baca selengkapnya di sini




