JAKARTA, KOMPAS.com - Wilayah Glodok Pancoran, Jakarta Barat, mengalami kemacetan akibat parkir sembarangan yang memakan badan jalan.
Kondisi tersebut sempat viral di media sosial setelah sebuah video memperlihatkan antrean panjang kendaraan terjebak macet karena sebagian jalan tertutup kendaraan yang parkir tidak tertib.
Video yang diunggah akun Instagram @ijoeel memperlihatkan antrean mobil saat hendak memasuki kawasan Glodok Pancoran. Kemacetan terjadi karena kendaraan parkir meluber hingga menyisakan hanya setengah badan jalan.
Baca juga: Mengintip Sistem Parkir Motor di Luar Stasiun KRL: Dari Tarif Tetap hingga Parkir Valet
Dalam narasi video disebutkan, pengendara tersendat lantaran parkir paralel di sisi jalan, meski terdapat rambu larangan parkir atau tanda huruf P dicoret.
"Iyalah stuck, parkirnya makan setengah jalan di Glodok, Jakarta Barat. Sudah tau itu jadi jalan utama, karena ada Proyek MRT. Malah pade maksain parkir sembarang," tulis keterangan akun @ijoeel.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh ijoel (@ijoeel)
Petugas Dishub turun tangan
Pantauan Kompas.com di lokasi, sejumlah petugas Dinas Perhubungan (Dishub) berjaga di kawasan tersebut. Dua unit mobil derek juga disiagakan untuk menindak kendaraan yang masih nekat parkir sembarangan.
Kondisi lalu lintas terpantau ramai, namun tidak sampai terjadi kemacetan seperti hari sebelumnya. Sejumlah kendaraan terlihat parkir lurus satu banjar, tidak menyerong seperti yang terjadi sebelumnya.
Baca juga: Cerita Warga Kelola Parkir di Luar Stasiun Bekasi, Lebih Cuan Dibanding Bisnis Kos-kosan
Sementara itu, Endi, juru parkir di kawasan Glodok, mengatakan pengendara saat ini dilarang parkir menyerong guna menghindari kemacetan.
"Masih boleh parkir tapi lurus enggak meyerong, sudah ditegur oleh Dishub," jelas Endi.
Ia menambahkan, kemacetan kerap dipicu oleh pengendara yang memaksa parkir meski kondisi jalan sudah padat.
"Banyak yang maksa juga, jadi sekarang kita arahin parkir di pasar Glodok dulu atau di gedung sekitar," tambahnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang