Mungkin kita secara sadar atau tidak kerap merasa kalau sup yang didiamkan hingga keesokan harinya, memiliki rasa yang lebih enak. Makanya tak jarang dari kita yang memilih memanaskan ulang sup untuk dimakan keesokan harinya.
Ya, selain karena sayang kalau sisa sup dibuang begitu saja, makanan berkuah yang dipanaskan ulang keesokan harinya, terkadang punya rasa yang lebih enak. Lebih terasa sedap, sepertinya.
Rupanya, mengutip Eatingwell, hal tersebut juga diamini oleh seorang chef dan ilmuwan, lho. Menurut Chef Greg Garrison, ketika pertama kali sup dimasak, rasa dari bumbu dan bahan di dalamnya belum menyatu sehingga belum kuat.
“Saat pertama kali dimasak, rasa-rasanya mungkin terasa sedikit terpisah atau terlalu kuat. Setelah semalaman di lemari es, semuanya menyatu. Kaldu menyerap lebih banyak rasa dari sayuran, kacang-kacangan, atau daging, dan bumbu akhirnya terasa merata, bukan hanya di atasnya,” jelasnya.
Hal seperti ini rupanya bukan hanya berlaku pada cita rasa sup sayuran yang didiamkan semalaman saja, melainkan menurut Chef Garrison, hampir semua masakan berkuah akan mengalami fenomena rasa ini.
“Pepatah 'sup selalu lebih enak keesokan harinya' benar adanya,” tambah Chef River Hill . “Seiring waktu, rasa-rasanya menyatu, bumbu-bumbu yang lebih kuat dapat terdistribusi lebih merata, dan bahan-bahan menyerap kaldu sehingga dibumbui dari dalam ke luar. Perubahan kimia juga terjadi, seperti protein yang terurai menjadi asam amino.”
Alasan Sup Terasa Lebih Enak Keesokan Harinya Menurut Ilmuwan SainsSementara itu, mengenai fenomena rasa pada makanan berkuah ini juga dapat dijelaskan dari segi sains, lho. Ilmuwan bernama Jessica Gavin mengungkapkan alasan di balik rasa sup yang kerap terasa lebih enak saat dimakan keesokan harinya. Menurutnya, ini karena ada difusi rasa saat sup didiamkan semalaman.
“Sup terasa lebih enak keesokan harinya karena difusi rasa,” jelas Gavin. “Bahkan saat didinginkan, senyawa terlarut seperti garam, gula, asam, dan asam amino terus bermigrasi perlahan dari area konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah di seluruh sup,” tambahnya.
Difusi rasa ini terjadi ketika semua senyawa partikel bahan-bahan dalam sup terkonsentrasi dari area lebih tinggi ke rendah yang membuat setiap rasa semakin meresap ke dalam cairan.
Pergerakan yang terjadi secara bertahap ini juga membuat bumbu terdistribusi secara lebih merata, sehingga rasa garam, gula, daging, bahkan hingga sayur-sayuran lebih terasa pekat.
Chef Garrison pun menambahkan, bahwa saat sup disimpan ke dalam lemari pendingin, juga dapat mendistribusi kembali lemak dan pati dalam sup sehingga lebih kaya rasa.
“Pendinginan dan pemanasan ulang memungkinkan lemak dan pati terdistribusi kembali, yang memberikan sup rasa yang lebih kaya dan tekstur yang lebih baik. Ini adalah salah satu sup yang hampir selalu lebih enak keesokan harinya,” pungkasnya.




