JAKARTA, KOMPAS.com - Trotoar sebagai area pedestrian di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, menjadi salah satu fokus penataan kawasan Kuningan yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, seiring pembongkaran tiang monorel yang selama ini terbengkalai.
Di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) menuju Halte Transjakarta dan Stasiun LRT Setiabudi, terdapat dua bekas tiang monorel. Salah satu bekas tiang tersebut telah dibersihkan dan ditutup dengan lapisan pasir serta keramik.
Menurut petugas Dinas Bina Marga yang mengerjakan penutupan tersebut, area bekas tiang nantinya dapat difungsikan kembali sebagai trotoar untuk pejalan kaki.
Baca juga: Tiga Tiang Monorel di Jalan HR Rasuna Said Dibongkar, Trotoar Mulai Ditata
“Di bawahnya kan ada besi, jadi harus ditimpa sama pasir dulu, nanti ditutup dengan ubin lagi,” kata petugas saat ditemui di lokasi, Sabtu (17/1/2026).
Sementara itu, satu bekas tiang lainnya masih menyisakan besi-besi pendek yang bengkok ke arah dalam. Pada bagian tengahnya, tampak tumpukan batu dengan berbagai bentuk, mulai dari kotak hingga tidak beraturan.
Secara umum, trotoar terlihat sudah tertata rapi di sepanjang jalan hingga mendekati jembatan ke arah Jalan Kuningan Madya.
Namun, setelah titik tersebut, kondisi trotoar tampak menyempit dengan permukaan yang tidak rata. Sejumlah penutup saluran air terlihat menonjol di permukaan trotoar.
Pola serupa terlihat di beberapa titik sepanjang jalan, yakni trotoar yang rapi dan cukup lebar, lalu berlanjut dengan trotoar yang sempit, permukaan tidak beraturan, serta terdapat genangan air.
Trotoar yang belum tertata dengan baik tampak jelas di depan Menara Palma, tepat di persimpangan dari arah Jalan Raya Casablanca.
Baca juga: Tiang Monorel Rasuna Said Dibongkar, Senayan Masih Menggantung
Beberapa bata yang disusun di atas trotoar terlihat sudah pecah dan digantikan dengan penutup saluran air. Di sampingnya, kabel dengan pelindung berwarna merah tampak menyembul dari permukaan trotoar yang sedikit tergenang.
Penutup saluran air tersebut ditemukan di sepanjang trotoar dengan label nama yang berbeda-beda, mulai dari penyedia layanan internet hingga PLN. Kondisi ini terlihat hingga sebelum area SPBU Kuningan.
Selain itu, kabel dengan pelindung berwarna-warni juga tampak menyembul di tepi trotoar. Di ujung badan trotoar, kabel tersebut terlihat berusaha ditutup dengan lapisan semen yang mulai terkikis.
Di sejumlah titik, terlihat pula bekas penutupan galian yang tidak rata di pinggir jalan, sehingga menyebabkan air hujan menggenang di atasnya.
Menurut warga sekitar, trotoar di kawasan tersebut memang sudah seharusnya ditata ulang. Pasalnya, banyak pekerja perkantoran pengguna transportasi umum yang setiap hari melintas di kawasan itu.
Baca juga: Menengok Cara Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said
“Ya bagus lah kalau memang mau dirapiin, karena tiap hari orang lewat sini, kasihan jalannya kecil, udah begitu suka becek juga,” kata seorang warga, Indah (40), saat ditemui di lokasi, Sabtu.





