Laporan Reporter Epoch Times Timur Tengah: Ketegangan Tetap Tinggi di Jalanan Iran

erabaru.net
8 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Sebagai akibat rezim Iran memutus jaringan internet, para demonstran hanya dapat mengandalkan Starlink milik Elon Musk untuk mengirimkan keluar rekaman konfrontasi mereka dengan pihak berwenang, agar dunia luar mengetahui kondisi nyata di lapangan.

Reporter Timur Tengah The Epoch Times, Mahi Aryani, memaparkan situasi yang ia ketahui. Berikut laporannya.

“Saksi mata memberi tahu kami bahwa pengamanan di jalan-jalan sangat ketat dan suasananya masih sangat menegangkan,” katanya. 

Mahi Aryani mengatakan, di sepanjang jalan di Teheran terlihat kantong-kantong jenazah yang tersusun rapi. Keluarga yang dilanda kecemasan tengah meratapi orang-orang terkasih yang telah meninggal dunia.

 “Saksi mata mengatakan, sayangnya pada malam hari mereka melihat banyak mayat tergeletak di tanah. Bahkan pada siang hari ketika keluar rumah, masih terlihat bercak darah di jalanan,” katanya. 

Keluarga para demonstran yang tewas dibunuh oleh pasukan keamanan sedang mengumpulkan jenazah sambil meneriakkan slogan ‘Turunkan Khamenei’.

Mahi Aryani:  “Jadi mereka benar-benar menembak untuk membunuh. Tujuan mereka bukan sekadar menghentikan protes atau membubarkan massa. Mereka memang berniat membunuh warga sipil.”

Video yang beredar sebelum pemutusan internet menunjukkan militer Iran bersenjata menyerbu rumah sakit. Menurut laporan, mereka menembakkan gas air mata, mendobrak pintu, menyeret pasien, serta memukuli tenaga medis dan pasien dengan pentungan.

Saat ini, pemutusan internet telah berlangsung lebih dari satu minggu. Sistem Starlink milik Elon Musk telah dibuka secara gratis untuk rakyat Iran, namun hanya dapat digunakan jika memiliki perangkat penerima.

Mahi Aryani:  “Ada laporan yang menyebutkan bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) sebenarnya membantu rezim Iran mengganggu sinyal komunikasi Starlink, sehingga warga tidak dapat menggunakannya.”

Sebuah video menunjukkan pasukan Iran menembaki para demonstran. Ada juga laporan yang menyebutkan bahwa rezim Iran bahkan memungut biaya untuk setiap peluru yang ditembakkan.

Seorang pria dalam video mengatakan bahwa ia baru-baru ini melarikan diri dari Iran dan memohon kepada Presiden Donald Trump agar membantu rakyat yang dianiaya di sana.

Video lain memperlihatkan jalan-jalan di Teheran dipenuhi noda darah.

Dalam sebuah poster yang ditempel oleh para demonstran, terlihat foto Presiden AS Donald Trump dengan tulisan di bawahnya:  “Rakyat Iran sedang menunggu Anda.”

Mahi Aryani:  “Sebagian besar rakyat berharap dan meminta Amerika Serikat memberikan bantuan dan dukungan. Tentu bukan dengan mengirim pasukan, tetapi setidaknya menyerang pusat-pusat kekuasaan dan bangunan rezim, yang mungkin dapat mengubah situasi menjadi lebih menguntungkan bagi rakyat Iran.”

Pada Kamis (15 Januari), berdasarkan mosi yang diajukan Amerika Serikat, Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan untuk membahas dan melaporkan situasi di Iran. (Hui)

Laporan oleh reporter NTD Television Daniel Monahan dan Chi Xiao, Washington, AS.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Donald Trump Ancam Tarif Impor Tambahan bagi Negara yang Tak Dukung Ambisi AS Kuasai Greenland
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros Angkut 11 Orang
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Cerita Warga Kelola Parkir di Luar Stasiun Bekasi, Lebih Cuan Dibanding Bisnis Kos-kosan
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Dosen UMM Kupas Akar Konflik AS-Venezuela dan Dampaknya Bagi Indonesia
• 7 menit laluberitajatim.com
thumb
Bingkai Sepekan: Banjir di Jakarta hingga Ambisi AS Caplok Greenland
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.