Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, menegaskan bahwa tumpeng bukan sekadar sajian kuliner, melainkan identitas budaya dan tradisi hidup bangsa Indonesia.
Lebih lanjut, Fadli Zon mengatakan tumpeng telah menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai seremoni masyarakat Indonesia, baik dalam acara formal maupun nonformal. Mulai dari perayaan ulang tahun, peringatan hari jadi, hingga pembukaan kegiatan, tumpeng selalu hadir sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.
"Kita semua menjadikan tumpeng sebagai salah satu bagian dari hampir semua seremoni. Ini menunjukkan bahwa tumpeng adalah identitas suatu acara dan identitas budaya kita," ujar Fadli Zon dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com di Jakarta, Sabtu, 17 Januari 2026.
Kemudian Menbud menambahkan, tumpeng merupakan warisan budaya yang memiliki sejarah panjang dan lintas zaman. Menurutnya, tradisi tumpeng telah dikenal sejak masa Hindu-Buddha, kemudian beradaptasi pada masa masuknya Islam, termasuk digunakan oleh para wali dalam penyebaran nilai-nilai keagamaan.
"Ini adalah ekspresi budaya yang sudah sangat panjang usianya. Tradisi ini terus berlanjut hingga hari ini dan menjadi sebuah living tradition yang tetap hidup di tengah masyarakat," jelasnya.
Fadli Zon juga mengapresiasi terbitnya buku "Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa" yang disusun oleh Indonesia Gastronomy Community (IGC) yang dinilai mampu memperkuat pemahaman masyarakat tentang nilai filosofis, sejarah, dan makna kebudayaan di balik sajian tumpeng.
Ia menilai buku Tumpeng Indonesia ini penting sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan diplomasi kuliner Indonesia di tingkat global.
Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Kebudayaan terus mendorong perlindungan dan pengakuan warisan budaya takbenda Indonesia.
Hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 2.727 Warisan Budaya Takbenda Indonesia telah ditetapkan, dengan 514 di antaranya ditetapkan pada tahun 2025 dan sekitar 20 persen merupakan kuliner tradisional.
Indonesia sendiri telah memiliki 16 Warisan Budaya Takbenda yang diinskripsi UNESCO, dan pada tahun ini, Tempe tengah diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.
Editor: Redaksi TVRINews




