BNPB Percepat Pembangunan 711 Huntara Aceh Utara

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Aceh Utara

Target rampung akhir Januari, warga terdampak banjir memiliki opsi hunian sementara atau dana tunggu hunian.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ini tengah memacu penyelesaian pembangunan hunian sementara (huntara) bagi ratusan keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir di Kabupaten Aceh Utara.

Pada fase awal ini, otoritas terkait memfokuskan pembangunan pada 711 unit hunian yang tersebar di lima kecamatan. Langkah ini diambil berdasarkan validasi data Pemerintah Kabupaten Aceh Utara guna memastikan bantuan tepat sasaran bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, hilang, atau hanyut.

Plt Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB, Kol. Inf. Hery Setiono, mengungkapkan bahwa prioritas utama adalah memberikan tempat bernaung yang layak bagi mereka yang paling terdampak.

"Pembangunan tahap pertama dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga dengan kategori rumah rusak berat, hilang, dan hanyut," jelas Hery dalam keterangannya yang dikutip Biro Pers BNPB , Sabtu 17 Januari 2026.

Distribusi dan Spesifikasi Hunian 

Proyek ini mencakup wilayah Kecamatan Baktiya dengan 215 unit, Sawang 241 unit, Seunuddon 135 unit, Dewantara 115 unit, dan Baktiya Barat 5 unit. 

Di Desa Ulee Rubek Timur, Seunuddon, lahan seluas 14.000 meter persegi yang sebelumnya merupakan lapangan desa kini dialihfungsikan menjadi lokasi pembangunan 84 unit huntara.

Setiap unit dirancang dengan standar kemanusiaan yang mencakup:

•    Ruang keluarga berukuran 4,8 m x 3,6 m.
•    Fasilitas sanitasi pribadi (kamar mandi) di setiap unit.
•    Akses air bersih melalui sumur bor dan sistem pembuangan limbah yang higienis.

Fleksibilitas bagi Warga

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masa transisi warga, BNPB menawarkan skema pilihan. Warga diperbolehkan memilih antara menempati huntara yang disediakan atau tinggal sementara bersama kerabat. 

Bagi mereka yang memilih tinggal bersama kerabat, pemerintah menyediakan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per bulan.

"Jika pembangunan tahap pertama rampung, kami akan kembali melakukan pembaruan validasi data. Penambahan unit dimungkinkan jika pendataan lanjutan menunjukkan adanya kebutuhan baru," tambah Hery.

Target Menjelang Ramadan 

Pemerintah menargetkan seluruh huntara tahap pertama dapat dihuni pada akhir Januari 2026. Target ini ditetapkan agar masyarakat terdampak dapat memiliki stabilitas tempat tinggal sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

Hingga data per 15 Januari 2026, upaya pemulihan di Aceh Utara telah memproses total 4.404 unit huntara dan penyaluran DTH bagi 4.840 kepala keluarga. 

Selain itu, pemerintah juga tengah merencanakan pembangunan hunian tetap (huntap) sebanyak 4.569 unit secara mandiri (insitu) dan 635 unit melalui skema relokasi.

Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, sektor swasta, dan partisipasi masyarakat setempat, guna memastikan pemulihan ekonomi dan sosial berjalan beriringan.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Buron Pembunuhan Asal Rumania Ditangkap di Bali, DPO Sejak 2023
• 5 jam lalugenpi.co
thumb
Milos Raonic Resmi Pensiun, Camille Raonic Sampaikan Penghormatan Emosional atas Perjalanan Karier Sang Petenis
• 5 jam lalupantau.com
thumb
DKI kemarin, OMC antisipasi cuaca ekstrem hingga liburan Isra Miraj
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
KPK Duga Mantan Sekjen Kemnaker Tampung Uang Hasil Pemerasan Gunakan Rekening Kerabat
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
KPK Duga Eks Sekjen Kemenaker Terima Uang Pemerasan hingga Rp12 M, Masih Mengalir Setelah Pensiun
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.