Penulis: Fityan
TVRINews – Aceh Utara
Target rampung akhir Januari, warga terdampak banjir memiliki opsi hunian sementara atau dana tunggu hunian.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ini tengah memacu penyelesaian pembangunan hunian sementara (huntara) bagi ratusan keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir di Kabupaten Aceh Utara.
Pada fase awal ini, otoritas terkait memfokuskan pembangunan pada 711 unit hunian yang tersebar di lima kecamatan. Langkah ini diambil berdasarkan validasi data Pemerintah Kabupaten Aceh Utara guna memastikan bantuan tepat sasaran bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, hilang, atau hanyut.
Plt Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB, Kol. Inf. Hery Setiono, mengungkapkan bahwa prioritas utama adalah memberikan tempat bernaung yang layak bagi mereka yang paling terdampak.
"Pembangunan tahap pertama dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga dengan kategori rumah rusak berat, hilang, dan hanyut," jelas Hery dalam keterangannya yang dikutip Biro Pers BNPB , Sabtu 17 Januari 2026.
Distribusi dan Spesifikasi Hunian
Proyek ini mencakup wilayah Kecamatan Baktiya dengan 215 unit, Sawang 241 unit, Seunuddon 135 unit, Dewantara 115 unit, dan Baktiya Barat 5 unit.
Di Desa Ulee Rubek Timur, Seunuddon, lahan seluas 14.000 meter persegi yang sebelumnya merupakan lapangan desa kini dialihfungsikan menjadi lokasi pembangunan 84 unit huntara.
Setiap unit dirancang dengan standar kemanusiaan yang mencakup:
• Ruang keluarga berukuran 4,8 m x 3,6 m.
• Fasilitas sanitasi pribadi (kamar mandi) di setiap unit.
• Akses air bersih melalui sumur bor dan sistem pembuangan limbah yang higienis.
Fleksibilitas bagi Warga
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masa transisi warga, BNPB menawarkan skema pilihan. Warga diperbolehkan memilih antara menempati huntara yang disediakan atau tinggal sementara bersama kerabat.
Bagi mereka yang memilih tinggal bersama kerabat, pemerintah menyediakan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per bulan.
"Jika pembangunan tahap pertama rampung, kami akan kembali melakukan pembaruan validasi data. Penambahan unit dimungkinkan jika pendataan lanjutan menunjukkan adanya kebutuhan baru," tambah Hery.
Target Menjelang Ramadan
Pemerintah menargetkan seluruh huntara tahap pertama dapat dihuni pada akhir Januari 2026. Target ini ditetapkan agar masyarakat terdampak dapat memiliki stabilitas tempat tinggal sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
Hingga data per 15 Januari 2026, upaya pemulihan di Aceh Utara telah memproses total 4.404 unit huntara dan penyaluran DTH bagi 4.840 kepala keluarga.
Selain itu, pemerintah juga tengah merencanakan pembangunan hunian tetap (huntap) sebanyak 4.569 unit secara mandiri (insitu) dan 635 unit melalui skema relokasi.
Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, sektor swasta, dan partisipasi masyarakat setempat, guna memastikan pemulihan ekonomi dan sosial berjalan beriringan.
Editor: Redaksi TVRINews




