Kontribusi Investasi Asing Melemah, Indonesia Kalah Saing dengan Vietnam?

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Realisasi investasi asing langsung yang menembus Rp900,9 triliun pada 2025 menyisakan catatan krusial bagi perekonomian nasional. Pasalnya, rasio penanaman modal asing (PMA) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) justru mencatatkan penurunan untuk pertama kalinya dalam 5 tahun terakhir.

Berdasarkan data yang diolah Bisnis, rasio PMA terhadap PDB Indonesia menyusut 20 basis poin menjadi 3,87% pada 2025, turun dari capaian 2024 yang sempat menyentuh level 4,07%. Koreksi ini memutus tren kenaikan konsisten yang terjadi sejak 2020.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman menilai penurunan ini dipicu oleh anomali ganda, yakni tekanan eksternal dan pertumbuhan nominal domestik yang tinggi.

Rizal menjelaskan, penurunan rasio tersebut lebih bersifat relative effect ketimbang kontraksi investasi asing secara absolut. Di satu sisi, arus Foreign Direct Investment (FDI) global masih tertekan akibat suku bunga tinggi di negara maju dan risiko geopolitik.

"Sementara di dalam negeri PDB nominal tumbuh relatif cepat didorong inflasi positif dan konsumsi rumah tangga yang berada di kisaran 4,5% hingga 5%," ujarnya kepada Bisnis, Sabtu (17/1/2026).

Dia menambahkan, secara aritmetika, ketika laju pertumbuhan PDB melampaui pertumbuhan PMA, rasio otomatis akan terkoreksi meskipun nilai nominal investasi tetap jumbo.

Lampu Kuning Daya Saing

Kendati penurunan rasio dipengaruhi faktor teknis aritmetika, Rizal memberikan catatan tebal terkait daya saing investasi RI dibandingkan negara pesaing setara.

Menurutnya, Indonesia memang belum kehilangan daya tarik struktural. Dengan rasio 3,87%, posisi Indonesia masih sebanding dengan Filipina dan unggul di atas India.

Baca Juga : Rasio Investasi Asing terhadap PDB 2025 Turun, RI Mulai Kehilangan Daya Saing?

Hanya saja, berdasarkan catatan Rizal, Indonesia mulai tertinggal cukup jauh dari Vietnam yang konsisten mencatatkan rasio PMA di atas 5% terhadap PDB mereka. Dia menegaskan kesenjangan performance dengan Vietnam ini berakar pada masalah klasik: kualitas kepastian kebijakan dan eksekusi proyek di lapangan.

"Indikator tata kelola masih menempatkan Indonesia lebih lemah pada aspek kualitas regulasi dan kepastian hukum," tegasnya.

Kondisi inilah yang membuat investor asing mengambil sikap hati-hati. Meskipun tidak menarik modal yang sudah tertanam (capital outflow), investor cenderung menahan diri untuk melakukan ekspansi baru (wait and see) hingga kepastian hukum dinilai lebih kondusif.

Sebagai catatan, sebelum terkoreksi pada 2025, rasio PMA terhadap PDB Indonesia sempat merangkak naik secara konsisten, mulai dari 2,67% pada 2020, 2,68% pada 2021, melonjak ke 3,34% pada 2022, kembali naik ke 3,56% pada 2023, dan mencapai rekor tertinggi 4,07% pada 2024.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Waspada Potensi Hujan
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
TNI intensifkan layanan kesehatan warga terdampak di tiga kabupaten
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Gaspol Hari Ini: Ada Jokowi di Tengah Surya Paloh Versus Ahmad Ali
• 3 menit lalukompas.com
thumb
KPK Duga Heri Sudarmanto Tampung Rp12 Miliar lewat Rekening Kerabat
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Sumatra, Petani Digaji Negara
• 11 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.