Menjelang Imlek, Lapak Ornamen Merah Meriah Hiasi Kawasan Glodok

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, kawasan Pecinan Glodok Pancoran, Jakarta Barat, mulai dipenuhi pedagang pernak-pernik khas Imlek. Trotoar di sekitar pintu gerbang kawasan tersebut tampak berubah menjadi deretan lapak bernuansa merah.

Pantauan Kompas.com di lokasi pada Sabtu (17/1/2026), para pedagang ornamen berjejer di trotoar dekat pintu masuk kawasan Glodok Pancoran. Lapak-lapak dagangan didirikan di bawah tenda sederhana, dengan warna merah yang mendominasi berbagai hiasan.

Beragam ornamen Imlek dijajakan, mulai dari lampion, tempelan pintu, aneka gantungan, hiasan rumah, amplop angpao, hingga lampu hias.

Baca juga: Sambut Imlek 2026, Pramono Bakal Gelar Lomba Lampion di Sudirman hingga Glodok

Meski suasana perdagangan mulai terasa, kawasan tersebut belum tampak ramai pembeli. Hujan yang turun cukup deras membuat sebagian warga enggan berhenti atau berlama-lama mengunjungi lapak pedagang.

Bahkan, sejumlah pedagang terlihat menutup dagangannya karena hujan yang terus mengguyur kawasan Glodok Pancoran.

Kendati demikian, masih ada pembeli yang berkeliling untuk mencari ornamen Imlek yang akan dipasang di rumah.

Salah satunya Cintya (41), warga Depok, yang mengaku rutin berkunjung ke kawasan Glodok setiap menjelang perayaan Imlek.

"Sudah setiap tahun, kan ada beberapa ornamen yang harus dibeli juga, saya jauh dari Depok ke sini karena harga sama kualitas juga bagus," ungkap Cintya.

Ia memilih berbelanja di Glodok karena banyak pilihan ornamen yang unik untuk merayakan Imlek.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Parkir Sembarangan di Glodok Pancoran Picu Kemacetan, Dishub Turun Tangan

"Ada beberapa yang unik, kayak lampion ada yang lucu-lucu, terus angpao juga, kalau harga variatif ya tapi setahu saya murah lah," jelasnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemprov NTB Siapkan Rp16 M Tangani Banjir dan Puting Beliung
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemerintah Buka 156 Prodi Spesialis Kedokteran
• 20 jam lalugenpi.co
thumb
Sepi Geliat Bisnis Pasar Tekstil Cipadu
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Eggi Sudjana Dapat SP3, Polisi Tetap Lanjutkan Proses Hukum Roy Suryo Cs
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Long Weekend, 12 Ribu Kendaraan Mengarah Puncak Bogor Siang Ini
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.