Bisnis.com, PALEMBANG— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit atau pembiayaan di wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) didominasi sektor rumah tangga.
Kepala OJK Provinsi Sumatra Selatan Arifin Susanto menyampaikan bahwa hingga November 2025 total penyaluran kredit/pembiayaan di Sumbagsel mencapai Rp322,883 triliun.
Secara tahunan, capaian tersebut tumbuh 5,29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp306,661 triliun. Dari total tersebut, sektor rumah tangga menjadi penyerap terbesar dengan nilai penyaluran mencapai Rp122,89 triliun.
“Penyaluran (kredit) ke rumah tangga mengalami peningkatan 8,60% dan menjadi yang besar dibanding sektor lainnya,” katanya, Kamis (15/1/2026).
Meski demikian, Arifin menjelaskan bahwa porsi (share) terbesar penyaluran kredit justru berasal dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, yakni sebesar 10,35% dengan realisasi Rp61,602 triliun atau tumbuh 4,55% secara tahunan (year on year/yoy).
Adapun penyaluran kredit pada sektor lainnya secara rinci meliputi perdagangan besar dan eceran sebesar Rp53,661 triliun, industri pengolahan Rp22,962 triliun, konstruksi Rp6,544 triliun, serta sektor lainnya Rp55,275 triliun.
Baca Juga
- Syarat Pemprov Sumsel Agar Angkutan Batu Bara ke PLTU Sumbagsel I dapat Beroperasi
- Lahan Pertanian Tergenang Banjir di Sumsel Capai 8.000 Hektare
- Jatah Gas LPG Subsidi 3 Kg di Sumsel Turun, Musi Rawas Utara Paling Mini
Lebih lanjut, Arifin menambahkan bahwa upaya mendorong geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus dilakukan. Hingga periode tersebut, sebesar 38,20% dari total penyaluran kredit di Sumbagsel disalurkan ke sektor UMKM.
Capaian tersebut melampaui target minimal porsi penyaluran kredit UMKM yang ditetapkan sebesar 30%. “Untuk penyalurannya sampai periode tersebut di sektor UMKM mencapai Rp124,34 triliun dengan pertumbuhan 2,75% yoy,” tutupnya.





