Hilirisasi Industri Pupuk di Fakfak: Upaya Memangkas Logistik dan Memacu Produktivitas Papua

mediaindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita

PEMBANGUNAN Kawasan Industri Pupuk (KIP) di Fakfak, Papua Barat, diyakini akan menjadi katalisator utama dalam mentransformasi ekonomi di wilayah timur Indonesia. Proyek strategis ini diproyeksikan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadi motor penggerak hilirisasi industri yang selama ini dinantikan di tanah Papua.

Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan (KEPP) Otonomi Khusus Papua, Gracia Josaphat Jobel Mambrasar atau yang akrab disapa Billy Mambrasar, mengungkapkan bahwa kehadiran pabrik pupuk ini merupakan solusi konkret atas kendala utama petani lokal, yakni tingginya biaya logistik.

Memutus Rantai Biaya Logistik

Selama ini, sektor pertanian di Papua terbebani oleh ongkos pengiriman pupuk yang sangat mahal. Berdasarkan data lapangan, biaya logistik untuk pupuk saja bisa menelan hingga sepertiga dari total biaya produksi petani. 

Baca juga : Pengembangan Soda Ash Dorong Kemandirian Industri Nasional

Kondisi inilah yang membuat harga produk pertanian asal Papua sulit bersaing di pasar yang lebih luas.

"Dampaknya akan besar sekali. Biaya pengiriman pupuk selama ini lebih dari sepertiga dari biaya pertanian. Jadi bayangkan ketika terjadi hilirisasi pupuk, maka biaya logistiknya akan lebih murah," ujar Billy dalam keterangan resmi, Sabtu (17/1/2026).

Dengan terpangkasnya biaya logistik, Billy optimistis daya saing komoditas pertanian Papua akan meningkat signifikan. Selain harga yang lebih kompetitif, kedekatan akses terhadap pupuk diharapkan dapat memacu semangat dan produktivitas para petani.

Baca juga : Pengamat Sebut Pembunuhan Pendulang Emas di Yahukimo Akibat Ketidakadilan Sumber Daya Alam

"Kalau biayanya turun, otomatis harga komoditasnya kompetitif. Dan, yang kedua, produktivitasnya pasti meningkat, karena akses pupuk lebih dekat," tambah Billy.

Efek Berganda bagi Ekonomi Lokal

Lebih lanjut, hilirisasi ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan kekayaan alam Papua. Keberadaan gas alam di wilayah tersebut kini memiliki nilai tambah karena dapat diolah langsung menjadi bahan baku pupuk di lokasi yang sama.

Pembangunan infrastruktur industri ini diprediksi akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang luas, mulai dari peningkatan aktivitas ekonomi lokal, kenaikan pendapatan daerah, hingga penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar.

"Jadi bayangkan dampak bergandanya, itu luar biasa dari sisi income, revenue, sampai penyerapan tenaga kerja," pungkas Billy menekankan pentingnya proyek tersebut bagi masa depan kesejahteraan masyarakat Papua. (Z-1)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Real Madrid Semakin Kacau, Ribuan Fans Kompak Pasang Banner Tuntutan agar Florentino Perez Mundur
• 48 menit lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Pendidikan Kunci Putus Kemiskinan
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Mengejutkan! Seekor Harimau Sumatera Berkeliaran di Kawasan Perusahaan | KOMPAS MALAM
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Kementerian PU Sudah Mengalirkan Air Bersih Kembali Melalui Sumur Bor, Pulihkan Kehidupan dan Ibadah Warga Aceh Tamiang Pascabencana
• 18 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Libur Nataru, Garuda Indonesia Group Catat Rekor Ketepatan Waktu
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.