Media: Rusia Membantu Iran Menekan Protes Tanpa Intervensi Langsung

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Rusia secara aktif mendukung Iran dalam menekan protes dengan memasok senjata dan teknologi kontrol. Kremlin memilih bantuan secara diam-diam daripada intervensi militer langsung, untuk melindungi kepentingannya sendiri, menurut Foreign Policy.

Menurut media tersebut, Rusia tidak mengirim pasukan ke Iran tetapi secara aktif membantu rezim tersebut memperkuat mekanisme represifnya.

Senjata Rusia

Moskow memasok senapan serbu, senapan sniper, kendaraan lapis baja, dan helikopter, serta menyediakan teknologi untuk kontrol internet dan penanggulangan protes.

Setelah gelombang protes sebelumnya, delegasi Iran mengunjungi anak perusahaan konglomerat pertahanan Rusia, di mana mereka membahas alat kejut, granat kejut, dan bahan peledak yang dirancang untuk menetralisir demonstran sambil meminimalkan dampak politik.

Pemadaman Internet

Pada 8 Januari, Iran juga menerapkan pemadaman internet yang berkepanjangan, yang melumpuhkan masyarakat tetapi memungkinkan platform pemerintah dan sistem perbankan untuk terus berfungsi.

Hal ini memberi pihak berwenang kendali penuh atas komunikasi dan koordinasi pasukan tanpa campur tangan eksternal langsung.

Rusia juga berupaya mendukung rezim tersebut secara diplomatik, menggunakan statusnya sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB untuk memblokir atau mengurangi sanksi terhadap Iran.

Pada saat yang sama, intervensi militer langsung oleh Moskow tetap tidak mungkin terjadi. Kremlin mengejar strategi bantuan tidak langsung untuk menjaga jarak yang masuk akal dari represi politik domestik.

Represi rezim

Iran telah menyaksikan protes terbesar sejak 2022, dipicu oleh penurunan tajam mata uang nasional dan krisis ekonomi yang semakin dalam.

Di tengah devaluasi rial yang cepat, inflasi yang mencapai rekor tertinggi, dan meningkatnya keresahan sosial, ribuan orang turun ke jalan meskipun mendapat represi keras dari pihak berwenang.

Pemerintah Iran mengklaim bahwa situasi di negara itu stabil dan sepenuhnya terkendali. Namun, saksi mata yang dikutip oleh Fox News melaporkan penembakan terhadap demonstran yang tidak bersenjata dan aktivitas penembak jitu, yang bertentangan dengan pernyataan resmi pemerintah.

Menurut laporan yang belum diverifikasi, sekitar 12.000 orang mungkin tewas selama protes tersebut.

Sebelumnya, 648 kematian secara resmi dikonfirmasi selama protes anti-rezim terbesar di Iran. Pada saat yang sama, laporan menunjukkan bahwa jumlah korban sebenarnya bisa jauh lebih tinggi — menurut perkiraan paling pesimistis, hingga 6.000 orang. (yn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bagaimana Nasib IKN Setelah Kunjungan Presiden?
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Polri Tangkap Buron Internasional Kasus Pembunuhan Sadis Asal Rumania di Bali
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Hipnosis Terbukti Tingkatkan Kualitas Hidup Wanita Menopause, Kata Studi
• 23 jam lalugenpi.co
thumb
Michael Carrick Kembali ke Man United, Roy Keane Nyinyir: Istrinya Selalu Ikut Campur
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Oknum Anggota Brimob Polda Aceh Desersi, Gabung Tentara Rusia
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.