Ekonom: WEF beri ruang Danantara tawarkan visi manufaktur hijau RI

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet memandang kehadiran Danantara dalam gelaran World Economic Forum (WEF) 2026 mendatang memberi ruang bagi Indonesia untuk menawarkan visi penguatan industri manufaktur berkelanjutan dan berbasis nilai tambah.

Hal ini sejalan dengan agenda investasi hijau serta transisi energi dunia, sehingga menurutnya, forum global tersebut bukan sekadar ajang bagi Indonesia dalam mencari pembiayaan.

“Menurut saya, kehadiran Danantara di WEF itu momentum yang sangat penting, bukan hanya soal tampil di forum internasional, tetapi soal bagaimana Indonesia mulai membangun cerita dan kredibilitas Danantara sebagai SWF (Sovereign Wealth Fund) baru di mata investor global,” kata Yusuf saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Mengingat ini menandai kehadiran perdana Danantara dalam ajang WEF, Yusuf menambahkan bahwa pada tahap awal, yang dinilai bukan semata besar kecilnya dana, melainkan arah strategi, kualitas tata kelola, serta konsistensi kebijakan pemerintah yang menopangnya.

Baca juga: Danantara dinilai bakal jadi magnet pelaku bisnis global di WEF Swiss

Peran Danantara dalam WEF juga seharusnya bukan hanya mempresentasikan proyek, tetapi membangun kepercayaan, menjelaskan posisi Indonesia sebagai mitra jangka panjang, serta menunjukkan bahwa hilirisasi yang dikembangkan bukan hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga keberlanjutan.

“Secara realistis, hasil dari WEF mungkin belum langsung berupa angka investasi besar, tetapi lebih pada terbentuknya komitmen awal, jaringan strategis, dan meningkatnya kepercayaan investor,” kata Yusuf.

Yang tidak kalah penting, menurut dia, Danantara juga perlu meluruskan berbagai isu yang selama ini melekat, seperti soal transparansi, profesionalisme pengelolaan, dan kepastian regulasi. Hal ini mengingat para investor global biasanya sangat sensitif terhadap sinyal kebijakan.

Untuk diketahui, gelaran WEF 2026 akan diselenggarakan di Kota Davos, Swiss, pada 19-23 Januari 2026, yang rencananya dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto, sejumlah menteri bidang ekonomi, serta Danantara Indonesia.

Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia Mohamad Al-Arief pada Jumat (9/1) mengungkapkan bahwa Danantara akan menawarkan kerja sama investasi ke sektor-sektor strategis kepada para investor global di antaranya terkait dengan transisi energi, ketahanan pangan, hingga pengembangan industri yang bernilai tambah.

Baca juga: Kadin siapkan 4 agenda strategis pacu ketahanan ekonomi nasional

Selain itu, Arief ​​​​​​juga memastikan bahwa Danantara akan fokus melakukan kerja sama investasi ke sektor-sektor yang membuka peluang penciptaan lapangan kerja di tanah air.

Menurutnya, kehadiran Indonesia di WEF pada tahun ini akan memiliki kedekatan yang lebih terpadu antara kebijakan, investasi strategis, serta dunia usaha.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Donald Trump Ancam Kenakan Tarif bagi Negara yang Menolak Aneksasi Greenland
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kapal Induk Perang AS Meluncur ke Timur Tengah, Siap Serang Iran?
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
40 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta via Tol Layang MBZ pada H-1 Libur Panjang Isra Miraj
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
PSBS Biak Bakal Tantang Persib Bandung, Seusai Lumpuhkan Bhayangkara FC
• 13 jam lalugenpi.co
thumb
RMS, atau Cara Kekuasaan Menghilang Tanpa Pernah Pergi
• 5 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.