Novita Hardini Desak InJourney Perkuat Konektivitas Global

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Redaksi TVRINews

TVRINews - Jakarta

Langkah strategis diperlukan untuk mentransformasi bandara Indonesia menjadi pusat transit pariwisata dunia yang terintegrasi.

Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney untuk segera merumuskan visi jangka panjang yang lebih integratif. 

Dalam kunjungan kerja spesifik pada Kamis 15 Januari 2026, ia menyoroti urgensi transformasi ekosistem pariwisata nasional agar mampu bersaing dengan pusat transit global seperti Singapura dan Abu Dhabi.

Novita menegaskan bahwa posisi geografis Indonesia yang berada di jalur perdagangan dunia, menghubungkan Asia-Pasifik dan Australia, merupakan modal strategis yang belum tergarap maksimal. Menurutnya, tanpa integrasi lintas sektor, potensi besar tersebut akan sulit terealisasi.

"Singapura dan Abu Dhabi membangun hub pariwisata mereka dengan visi jangka panjang yang konsisten dan terintegrasi. InJourney harus memiliki arah yang jelas mengenai bagaimana Indonesia bisa menjadi hub global di masa depan," ujar Novita dalam keterangannya di Jakarta.

Tantangan Konektivitas dan Pengalaman Wisatawan

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengkritisi masih adanya kesenjangan konektivitas pada transportasi bandara. 

Ia mencontohkan layanan kereta bandara yang dinilai belum sepenuhnya ramah terhadap wisatawan mancanegara, terutama dalam hal ketersediaan informasi multibahasa serta integrasi dengan moda transportasi perkotaan lainnya.

Menurut Novita, kesan pertama wisatawan asing terhadap Indonesia terbentuk sejak mereka mendarat di bandara. 

Jika aksesibilitas menuju destinasi pendukung seperti pusat perbelanjaan atau atraksi wisata masih memakan waktu lama, Indonesia berisiko kehilangan daya saing.

"Di Bangkok, jarak dari Bandara Suvarnabhumi ke pusat belanja hanya hitungan menit. Di Jakarta, wisatawan mungkin memerlukan satu hingga dua jam. 

Kita harus mampu menciptakan ekosistem di mana transit selama beberapa jam saja sudah bisa memberikan nilai ekonomi melalui pengalaman wisata yang efisien," tambahnya.

Dorongan Investasi Teknologi dan Jaringan Global

Selain masalah infrastruktur fisik, Novita menekankan pentingnya InJourney untuk berinvestasi pada layanan dan teknologi melalui konsep Smart Airport dan Smart Logistics. Langkah ini dinilai krusial sebagai tulang punggung pariwisata modern yang berbasis efisiensi data.

Ia juga menyarankan agar InJourney memperkuat kolaborasi dengan maskapai terkemuka internasional guna meningkatkan arus kunjungan dan menjadikan Indonesia sebagai destinasi transit pilihan.

"Investasi tidak melulu soal fisik. Penguatan jaringan kolaborasi global dan adopsi teknologi digital adalah keharusan jika kita ingin sejajar dengan superhub dunia," tegas legislator asal daerah pemilihan Jawa Timur VII tersebut.

Sebagai mitra kerja pemerintah di sektor pariwisata, Komisi VII berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan InJourney agar keluar dari pendekatan sektoral. 

Fokus utama ke depan adalah membangun ekosistem yang terhubung secara nasional, mulai dari bandara hingga dampak ekonomi nyata bagi UMKM di daerah wisata seperti Yogyakarta dan sekitarnya.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BPBD DKI Tegaskan Operasi Modifikasi Cuaca Tidak Bertujuan Menghentikan Hujan di Jakarta
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Lebih Humanis, Kemenhaj Tambah Kuota Petugas Perempuan demi Kenyamanan Jemaah Ibu-ibu
• 8 jam lalumatamata.com
thumb
Profil Capt Andy Dahananto, Pilot Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros, Jabat Direktur Operasi PT IAT
• 2 jam lalufajar.co.id
thumb
Full Senyum! Penjelasan Resmi Taspen Soal Rapel dan Kenaikan Gaji Pensiun PNS Februari 2026
• 12 jam lalufajar.co.id
thumb
Kelakar Seskab Teddy Lihat HP Jadul Milik Basuki Hadimuljono
• 2 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.