Film Ghost in the Cell Karya Joko Anwar Siap Melenggang di Berlinale 2026

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Film terbaru karya sutradara Joko Anwar, Ghost in the Cell, terpilih untuk ditayangkan di festival film bergengsi, Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026. Film itu akan melakukan world premiere di section Forum, salah satu program kurasi utama dalam festival film internasional tersebut.

Kabar ini disampaikan langsung oleh Joko Anwar melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, Joko mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada tim Berlinale Forum atas kepercayaan yang diberikan kepada filmnya.

Section Forum di Berlinale dikenal wadah bagi film-film dengan perspektif yang tidak lazim, termasuk karya genre yang digarap secara eksploratif dan berkelas.

Terpilihnya Ghost in the Cell di section ini menempatkan film tersebut dalam jajaran karya yang dinilai memiliki keberanian artistik serta tawaran sudut pandang yang berbeda. Forum sendiri selama ini menjadi ruang penting bagi sineas yang ingin bereksperimen dengan bahasa film dan struktur penceritaan di luar arus utama.

“Terima kasih kepada tim Berlinale Forum atas kepercayaannya. Sampai jumpa di Berlin,” tulis Joko Anwar dalam kolom caption.

Sebelumnya, pada pertengahan 2025 lalu, sutradara yang akrab disapa Jokan itu memperkenalkan jajaran cast yang terlibat di film Ghost in the Cell. Film bergenre horor komedi itu akan dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Lukman Sardi, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Mike Lucock, Yoga Pratama, dan Morgan Oey.

Selanjutnya, ada pula Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Almanzo Konoralma, Haydar Salishz, Arswendy Bening Swara, Dewa Dayana, Faiz Vishal, Jaisal Tanjung, Ho Yuhang, dan aktor debutan Magistus Miftah.

Soal Film Ghost in the Cell

Pembuatan film Ghost in the Cell, menurut Joko, berawal dari ide sederhana di mana para narapidana yang berusaha menyelamatkan diri dari hantu di tempat mereka dipenjara saat ini.

"Muncul lah ide ada hantu di penjara dan Ghost in the Cell ini menceritakan soal penjara tentunya yang dipenuhi oleh orang-orang yang divonis bersalah, divonis tidak cocok untuk masyarakat," kata Joko dalam konferensi pers di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (25/7/2025).

"Mereka terjebak di sebuah tempat tidak bisa keluar, mereka juga saling bermusuhan. Tapi ketika ada hantu di penjara mereka harus bekerja sama untuk bisa selamat," sambungnya.

Soal penunjukan aktor yang hampir seluruhnya laki-laki, Joko memiliki alasannya sendiri. Untuk filmnya kali ini, Joko membutuhkan aktor yang bisa melahap tiap tantangan dalam film bergenre horor komedi.

"Jadi kita mau ngumpulin, jadi para pemain Ghost In The Cell ini, ini kan film horor ya tapi juga film komedi. Jadi kerja kerasnya dua kali, pertama secara komedi tuh harus perfect banget timing-nya, harus presisi banget dan horornya juga harus presisi banget," ucap Joko.

"Ini harus dimainkan oleh aktor-aktor yang bukan cuma bisa menguasai kedua genre yang sangat berbeda dan sangat sulit itu, horor dan komedi. Tapi mereka juga harus tahu tentang real isu, karena film kita walaupun tentang komedi horor tetapi tetap mengangkat isu yang relevan," imbuhnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Donald Trump Tangguhkan Visa Imigran dari 75 Negara
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KAI Daop 8 Surabaya Siapkan 5 KA Tambahan untuk Libur Panjang Isra Mikraj
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Potret Banjir Bandang Hantam Tetangga RI, Mobil Hanyut-Jalan Putus
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
WEF Jadi Momentum Danantara Tawarkan Visi Manufaktur Hijau
• 39 menit lalurepublika.co.id
thumb
Belasan Pesilat Diamankan Polisi Setelah Ribut di Kawasan Kedungdoro Surabaya
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.