Bisnis.com, BANDA ACEH — Peluang menghasilkan uang dari bisnis pada 2026 semakin nyata di Indonesia seiring pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatnya permintaan pasar terhadap layanan lokal.
Dilansir dari situs Forbes, Jumat (16/01/2026), menjelaskan bahwa memulai bisnis tidak selalu membutuhkan modal besar atau dukungan investor bermodal kuat. Karena banyak usaha dapat dijalankan hanya dengan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki, peralatan sederhana, serta kerja keras yang konsisten. Sehingga peluang membangun bisnis yang sukses tetap terbuka lebar meski dengan dana terbatas.
Dengan modal yang variatif dari kecil hingga menengah, banyak ide bisnis yang cocok diluncurkan di Indonesia tahun ini. Rekomendasi berikut disesuaikan dari daftar ide global yang beredar, namun relevan dengan konteks pasar domestik.
1. Konsultan Digital Marketing & Media Sosial
Permintaan usaha kecil menengah (UKM) terhadap pemasaran online terus tumbuh seiring penetrasi internet yang makin tinggi di Indonesia. Layanan ini bisa dimulai dengan modal rendah dan fokus pada strategi pemasaran di Instagram, TikTok, dan marketplace lokal untuk meningkatkan penjualan klien.
2. Pelatihan dan Kursus Online
Bisnis edukasi digital seperti kursus bahasa, keterampilan digital, atau persiapan ujian memiliki potensi besar karena banyak profesional dan pelajar yang ingin meningkatkan kemampuan dari rumah. Konten bisa diakses lewat platform seperti Zoom atau aplikasi belajar.
3. Layanan Kebersihan & Sanitasi Rumah/Komersial
Setelah pandemi, permintaan jasa kebersihan profesional, termasuk sanitasi komersial untuk kantor dan rumah meningkat di kota besar Indonesia. Ini kebutuhan yang berkelanjutan dan bisa dimulai dengan investasi alat dasar.
4. Usaha Kuliner Kreatif (Cloud Kitchen/Food Truck)
Tren makanan terus berubah, dan konsep cloud kitchen atau food truck mengurangi biaya sewa restoran fisik. Menyajikan menu khas lokal atau niche tertentu (misalnya makanan sehat) dapat menarik konsumen urban.
5. E-Commerce Niche (Produk Lokal)
Marketplace Indonesia memberi ruang besar pada produk kerajinan, fashion lokal, atau barang unik buatan UMKM. Menjadi reseller atau memproduksi barang sendiri bisa menggaet konsumen nasional dan global.
6. Layanan Logistik & Pengiriman Mikro
Dengan pertumbuhan e-commerce, kebutuhan layanan logistik lokal atau last-mile delivery semakin besar. Start-up kecil dapat fokus di area tertentu untuk efisiensi operasional.
7. Bisnis Properti Sewa (Kosan/Mikroapartemen)
Permintaan kamar kos dan hunian mikro dekat kampus atau pusat kerja tetap tinggi. Modal awal bisa berasal dari kredit pemilikan properti, kemudian dimonetisasi lewat sewa bulanan.
8. Menyediakan Layanan Perawatan & Kebugaran di Rumah
Pelatih pribadi, yoga, atau fisioterapis yang menawarkan sesi privat ke rumah klien menjadi tren di kota besar, khususnya mereka yang punya jadwal sibuk dan ingin solusi personal.
9. Agribisnis Urban & Pertanian Terpadu
Vertikal farming, tanaman hidroponik atau budidaya organik di area urban dapat menjual hasil produksi ke restoran atau konsumen akhir sebagai alternatif pangan sehat.
10. Layanan IT dan Keamanan Siber UKM
Ketika digitalisasi meningkat, banyak usaha kecil yang membutuhkan jasa pengamanan data, setup website, atau layanan support IT namun tidak punya tim internal. Menyediakan layanan ini bisa menjadi usaha berulang dengan kontrak jangka panjang.
Tahun 2026 memberi peluang besar bagi pengusaha di Indonesia untuk memulai usaha dengan pendekatan kreatif dan modal yang berskala sesuai kemampuan. Kunci utamanya adalah memahami kebutuhan pasar lokal dan memanfaatkan sumber pembiayaan secara strategis agar bisnis dapat tumbuh stabil sejak awal.




