Operasi caesar sering dianggap sebagai prosedur yang aman dan terencana untuk melahirkan, yang ibu memiliki kondisi kesehatan tertentu yang membuatnya tidak bisa persalinan pervaginam. Meski demikian, tetap ada risiko medis yang bisa terjadi, termasuk kondisi langka yang jarang dibicarakan, yaitu gagal bius. Kisah ini dibagikan oleh akun TikTok @naysillardn_. Dalam ceritanya, sang ibu menjalani operasi caesar dengan bius spinal.
#fyp
Setelah penyuntikan anestesi, perutnya sempat ditekan dan ia masih merasakan nyeri, tetapi tidak menyampaikannya kepada tim medis. Hingga saat proses sayatan dimulai, rasa sakit yang tak tertahankan membuatnya berteriak. Saat itulah tim medis menyadari bahwa efek bius belum bekerja sebagaimana mestinya.
Bagaimana Seharusnya Prosedur Pembiusan Caesar?Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Andrew Yurius Christian, Sp.OG, setelah pembiusan spinal dilakukan, ada tahapan penting untuk memastikan obat anestesi sudah bekerja efektif. “Biasanya dokter anestesi akan mengecek respons nyeri di area yang dibius dan membandingkannya dengan area yang tidak dibius. Operator atau dokter obgyn juga akan melakukan rangsangan nyeri di area insisi sebelum sayatan untuk memastikan anestesi sudah efektif,” jelas dr. Andrew kepada kumparanMOM, Jumat (16/1). Prosedur ini bertujuan memastikan pasien benar-benar tidak merasakan nyeri sebelum operasi dimulai.
Kenapa Bius Bisa Tidak Bereaksi?Respons tubuh terhadap obat bius dapat berbeda pada setiap orang. dr. Andrew menjelaskan, beberapa faktor dapat memengaruhi efektivitas anestesi. “Pada sebagian orang, terutama yang memiliki riwayat konsumsi alkohol rutin atau penggunaan obat-obatan tertentu seperti psikotropika, respons terhadap obat bius bisa berbeda,” ujarnya. Dalam kondisi tersebut, efek bius bisa bekerja lebih lambat atau tidak optimal.
Apa yang Dilakukan Jika Bius Belum Bekerja?Jika setelah evaluasi anestesi dinilai belum efektif, dokter anestesi dapat melakukan penyuntikan bius spinal ulang dan kembali memastikan respons nyeri pasien. Langkah ini bertujuan agar operasi tetap berjalan aman dan ibu tidak mengalami nyeri berlebihan selama prosedur. Namun, dalam kondisi tertentu, bila bius spinal gagal dan tidak memungkinkan untuk diulang, dokter dapat beralih ke bius total. Keputusan ini tidak diambil sembarangan, karena efek bius total tidak hanya dirasakan oleh ibu, tetapi juga dapat memengaruhi bayi. “Obat bius bisa melewati ari-ari, sehingga bayi dapat lahir dalam kondisi tidak langsung menangis atau mengalami gangguan pernapasan sementara,” kata dr. Andrew. Oleh karena itu, jika bius total harus dilakukan, jarak waktu antara pemberian obat hingga bayi dilahirkan akan diupayakan secepat mungkin untuk meminimalkan risiko.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475283/original/028465400_1768562928-persija_paruh_musim-1.jpg)
