PT Gozco Capital kembali menambah kepemilikan saham PT Bank Neo Commerce Tbk atau BNC (BBYB).
IDXChannel - PT Gozco Capital kembali menambah kepemilikan saham PT Bank Neo Commerce Tbk atau BNC (BBYB). Langkah tersebut dinilai mencerminkan kepercayaan atas prospek bank digital itu di masa mendatang.
Gozco memborong sebanyak 207 juta saham BBYB pada 15 Januari 2026. Transaksi dilakukan di harga Rp474 per saham, sehingga dana yang dikeluarkan mencapai Rp98,2 miliar di luar pajak dan biaya broker.
"Tujuan transaksi untuk investasi," kata Gozco Capital melalui keterbukaan informasi dikutip Sabtu (17/1/2026).
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Gozco Capital melakukan transaksi jumbo tersebut di pasar negosiasi. Broker Semesta Indovest Sekuritas (MG) bertindak menjadi pembeli (buyer), sedangkan pihak penjual (seller) menggunakan Maybank Sekuritas (ZP).
Dengan transaksi tersebut, maka kepemilikan saham Gozco Capital di BNC bertambah menjadi 1,24 miliar saham. Jumlah tersebut setara 9,31 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Aksi beli Gozco Capital tersebut melanjutkan sebelumnya di mana perusahaan membeli sekitar 72,4 juta saham BBYB. Pada saat itu, transaksi dilakukan pada akhir November 2025.
Direktur BNC, Aditya Windarwo mengapresiasi langkah Gozco Capital yang menambah porsi kepemilikan sahamnya di BNC.
"Peningkatan kepemilikan saham oleh PT Gozco Capital merupakan sinyal positif dan menunjukkan kepercayaan yang semakin kuat terhadap prospek pertumbuhan dan fundamental Bank Neo Commerce. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan," katanya.
Sebagai informasi, Gozco Capital sebelumnya menjadi pengendali BBYB dengan nama PT Bank Yudha Bakti Tbk sebelum diakuisisi Akulaku. Gozco Capital adalah bagian dari Gozco Group yang juga bergerak di bidang perkebunan lewat PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) dan properti lewat Gozco Land.
Saat ini, pemegang saham utama sekaligus pengendali BNC adalah PT Akulaku Silvrr Indonesia dengan kepemilikan saham sebesar 34,45 persen.
(Rahmat Fiansyah)



